Surabaya Diakui Sebagai Kota Sehat oleh WHO SEARO

oleh -205 Dilihat
oleh
Ilustrasi pelayanan kesehatan di Kota Surabaya

Surabaya, petisi.co – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui Kantor Regional Asia Tenggara (SEARO) secara resmi mengeluarkan Letter of Recognition kepada Kota Surabaya sebagai anggota Healthy City Network. Pengakuan ini diberikan atas komitmen Surabaya dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan warganya. Surat tersebut diterima oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, pada 27 November 2024.

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi WHO terhadap berbagai program dan inisiatif Pemkot Surabaya yang sejalan dengan pedoman organisasi kesehatan dunia tersebut. Dengan akreditasi ini, Surabaya kini resmi tergabung dalam Healthy City Network WHO SEARO.

“Pengukuhan Surabaya sebagai Kota Sehat oleh WHO adalah sebuah kehormatan besar bagi seluruh warga. Ini bukan sekadar pengakuan internasional, tetapi langkah nyata untuk mewujudkan kota yang sehat, dengan akses layanan kesehatan yang lebih baik, lingkungan bersih, dan dukungan sosial berbasis komunitas,” ujar Wali Kota Eri, Jumat (3/1/2025).

Surabaya meraih akreditasi ini berkat berbagai indikator keberhasilan, antara lain:

– Pemetaan dan perbaikan sanitasi di setiap perkampungan.

– Penyediaan kebutuhan air bersih yang telah mencapai 99%.

– Perbaikan saluran air dan sistem drainase.

– Pendirian fasilitas kesehatan, seperti program 1 RW 1 Nakes (R1N1) dan Puskesmas Pembantu (Pustu).

Wali Kota Eri menegaskan bahwa penghargaan ini akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Surabaya. “Masih ada beberapa tantangan yang harus kita tata kembali di tahun 2025 agar pelayanan semakin optimal,” ujarnya.

Definisi Kota Sehat Menurut WHO

Menurut WHO, Kota Sehat adalah kota yang menempatkan kesehatan, kesejahteraan sosial, kesetaraan, dan pembangunan berkelanjutan di pusat kebijakan lokal. Nilai-nilai seperti hak atas kesehatan, keadilan sosial, kesetaraan gender, inklusi sosial, dan pembangunan berkelanjutan menjadi panduannya.

“Pendekatan Kota Sehat WHO menekankan kolaborasi lintas sektor, partisipasi masyarakat, dan inovasi,” jelas Wali Kota Eri.

Surabaya kini bergabung dalam jaringan global yang terdiri dari enam wilayah Healthy City Network WHO, termasuk Kawasan Asia Tenggara. Jaringan ini bertujuan memfasilitasi kolaborasi antar kota, memperluas cakupan Kota Sehat, dan meningkatkan kapasitas melalui pelatihan, mentoring, serta webinar yang melibatkan pakar regional maupun global.

Menurut Kepala Bappeda Litbang Surabaya, Irvan Wahyudrajad, langkah Surabaya untuk bergabung dalam jaringan ini bermula dari keinginan Wali Kota Eri agar kota ini “naik kelas.” Sebelumnya, Surabaya telah tiga kali menerima penghargaan Swasti Saba Wisatara, penghargaan tertinggi tingkat nasional untuk Kota Sehat.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Surabaya mampu memenuhi prinsip utama Kota Sehat WHO, yaitu kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat. Surabaya tidak hanya meningkatkan kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan sosial warganya,” pungkas Irvan. (dvd)

No More Posts Available.

No more pages to load.