Taj Yasin Ajak Umat Muslim Teladani Toleransi Ala Rasulullah

oleh -164 Dilihat
oleh
Taj Yasin saat menjadi narasumber memperingati Maulid Nabi Muhammad di Gedung Gradhika Bhakti Praja

SEMARANG, PETISI.CO – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengajak umat muslim meneladani sikap Nabi Muhammad yang senantiasa menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama. Diharapkan sikap toleran Rasulullah terhadap umat manusia tanpa melihat perbedaan harus diikuti oleh semua umat muslim, termasuk muslim di Indonesia.

“Nabi kita Muhammad merupakan orang yang paling toleransi. Saat menyusun Piagam Madinah semua warga di Madinah didatangkan, bukan hanya orang-orang beragama Islam, tetapi orang-orang selain Islam, bahkan kaum Yahudi juga diajak bermusyawarah,” kata Taj Yasin saat menjadi narasumber memperingati Maulid Nabi Muhammad di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Jumat (28/10/2022).

Acara bertajuk “Meneladani Rasulullah di Era Disrupsi” yang diselenggarakan Yayasan Himpunan Da’iyah dan Majelis Taklim Muslimat Nahdlatul Ulama (Khidmat MNU) Jateng itu, Taj Yasin mencontohkan beberapa sikap dan perilaku Nabi Muhammad yang patut diteladani di era disrupsi. Salah satunya meneladani toleransi Rasulullah di tengah berbagai perbedaan.

Meskipun saat Rasulullah melakukan hijrah ke Kota Madinah, lanjut dia, kota yang dahulu bernama Yatsrib tersebut dihuni kaum kafir dan Yahudi. Namun, perbedaan itu tidak membuat Rasulullah mengabaikan keberadaan mereka dan Nabi Muhammad tetap mengundang warga non muslim untuk bersama-sama menyusun sistem kenegaraan dan kebangsaan yang dilandasi oleh kebersamaan tanpa melihat perbedaan agama.

Demikian juga di Indonesia, menurutnya penyusunan Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak hanya dirembug, dimusyawarahkan, dan disepakati oleh tokoh-tokoh di pemerintahan dan militer, namun juga melibatkan para tokoh agama. Termasuk Hasyim Asy’ari yang merupakan pendiri Nahdlatul Ulama, Wahab Hasbullah, dan ulama besar lainnya.

“Semuanya turut andil dalam menentukan roll atau model kenegaraan Indonesia. Sehingga muncul kesepakatan yang kita namakan Pancasila yang kemudian dikuatkan dengan UUD 1945. Kemudian dituangkan lagi ada NKRI dan Bhineka Tunggal Ika yang semua kalau kita runut tentang Pancasila yang isinya mulai sila 1 hingga 5 juga berlandaskan agama,” jelasnya.

Selain meneladani sikap toleran Nabi Muhammad terhadap semua umat, meneladani kepemimpinan  Rasulullah dalam hal melaksanakan sunnah dan adab Nabi Muhammad juga patut dilaksanakan. Meneladani kepemimpinan Rasulullah tidak bermuara hanya pada apa yang disunahkan dan diperintahkan, tetapi untuk menyempurnakan dan meneladani sunnah Nabi Muhammad dianjurkan melakukan adab Rasulullah.

“Banyak manusia yang mengetahui apa yang dilakukan Rosulullah, mengikuti sunah dan perilaku Nabi Muhammad tetapi tidak disertai dengan adab maupun akhlaqul karimah. Banyak yang mengatakan kalau tidak mengikuti sunahnya Nabi Muhammad bukan golongan kita, akan tetapi banyak pula yang mengikuti sunahnya Nabi namun kebablasan karena tidak sesuai dengan yang disunahkan oleh Nabi,” jelasnya. (lim)

No More Posts Available.

No more pages to load.