Tanggapi Keresahan Warga, Pemdes, BPD Beserta Masyarakat Desa Adakan Musyawarah

oleh
Pemdes, BPD Beserta Masyarakat Desa Adakan Musyawarah

BOJONEGORO, PETISI.CO – Dalam pengelolaan Dana Desa (DD) di Desa Tembeling Kecamatan Kasiman tahun anggaran 2017 menjadi sorotan warga setempat.

Diduga ada penyimpangan penggunaan dana APBDes tahun 2017 dengan angka yang cukup fantastis, sehingga pengelolaan kegiatan dituding dimark up.

Salah seorang warga masyarakat Desa Tembeling yang tidak mau disebutkan namanya mengaku, bahwa dirinya sangat prihatin dengan pengelolaan dana APBDes di daerahnya yang diduga dimanfaatkan oleh Kepala Desa dan oknum perangkat desa.

Tidak puas terhadap kinerja Pemerintah Desa, Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) beserta masyarakat Desa Tembeling Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro, mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Bojonegoro, Kamis (22/2/2018) lalu.

Mereka melaporkan adanya dugaan korupsi dana APBDes Tembeling tahun anggaran 2017 lalu yang dilakukan oleh kades dan perangkat desanya.

Para anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) beserta masyarakat ini kemudian ditemui Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro Agung Budi Susetio, S.H.,M.H.

Mereka mengadukan tentang dugaan pelanggaran yang mengarah ke tindak pidana korupsi (Tipikor).

Untuk menindaklanjuti laporan warga masyarakat Desa Tembeling tersebut, Senin (5/3/2018) bertempat di Pendopo Balai Desa Tembeling Kecamatan Kasiman diadakan pertemuan warga dengan Pemerintahan Desa Tembeling.

Adapun dalam pertemuan ini dihadiri Pemdes Tembeling, Muspika Kecamatan Kasiman, perwakilan dari Inspektorat Kabupaten Bojonegoro, RT, RW, Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Tembeling, Pihak Polsek Kasiman dan Perwakilan Masyarakat serta Anggota BPD Desa Tembeling.

Dalam sambutannya, Arief Nanang selaku Camat Kasiman mengharap agar dalam pertemuan ini masyarakat tenang dan bisa dalam kondisi aman serta terkendali.

“Saya harap dalam pertemuan ini para tamu undangan bisa menyampaikan aspirasinya secara baik, agar keluhan masyarakat Desa Tembeling bisa terpecahkan dan terselesaikan dengan baik,” ujar Arief saat membuka pertemuan di Pendopo Balai Desa Tembeling.

Selain tamu undangan yang ada di dalam Pendopo Balai Desa Tembeling, puluhan pemuda masyarakat yang Pro dan Kontra juga berkumpul di depan Balai Desa untuk mendengarkan hasil pertemuan dengan  penjagaan Linmas Desa dan anggota Kepolisian Sektor Kasiman.

Ada beberapa yang dipertanyakan warga, diantaranya tentang pengelolaan APBDes, anggaran ADD Desa Tembeling tidak bisa cair, tentang jalan desa yang rusak karena truk angkutan pasir, dan lainnya.

Menyikapi beberapa pertanyaan dari warga, Kades beserta Pemdes, Inspektorat, Muspika dan perwakilan warga beserta BPD melakukan rapat tertutup guna menyikapi segala aspirasi yang selama ini dikeluhkan masyarakat Desa Tembeling.

Namun, setelah beberapa jamrRapat tertutup, sampai saat ini belum ada keputusan yang pasti soal apa yang menjadi permasalahan di Desa Tembeling.

“Tadi yang dibahas mengenai APBDes bersama tokoh masyarakat, BPD dan perangkat desa, dan hasilnya masih butuh waktu lagi, karena ada beberapa hal yang disesuaikan dan mungkin masih ada rapat lanjutan lagi secara intern oleh Pemdes dan BPD, maka dari itu kami berharap warga tetap tenang sambil menunggu keputusan rapat ke depan,” pungkas Arief Nanang selaku Camat Kasiman.(bud)