Tingkatkan Produksi Hasil Padi, Pjs Bupati Setiajit Serahkan Pinjaman Modal ke Gapoktan

oleh
Pjs Bupati Jombang menyerahkan buku rekening Bank Jatim kepada Ketua PPL Pojok Kulon

JOMBANG, PETISI.CO – Penyaluran kredit perdana untuk program hulu hilir agro maritim sektor pertanian menyentuh 320 petani pada dua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Sugih Waras Kecamatan Ngoro dan DesaPojok Kulon Kecamatan Kesamben.

Program ini bertujuan mencetak petani menjadi enterpreneur, sehingga mempunyai nilai tambah.

Penyerahan pinjaman modal tahap  pertama hari Jumat 9 Februari 2018 untuk petani di Balai Desa Sugihwaras Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang.

Untuk tahap kedua diadakan di Balai Gapoktan Desa Pojok Kulon Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang, Jumat (23/2/2018) sore.

Penyerahan kredit dilakukan secara simbolis melalui penyerahan Surat Penandatanganan Perjanjian Kredit (SPPK) Program Hulu Hilir kepada petani.
Pjs Bupati Jombang Setiajit SH. MM dikonfirmasi petisi.co, mengatakan,  hulu hilir ini programnya Gubernur Jawa Timur untuk membantu petani dalam pengadaan produksi padi menggunakan dana dari Bank Jatim.

“Dengan tujuan untuk mendorong peningkatan produksi hasil padi. Semakin kualitas bibit padi semakin bagus hasil panennya,” katanya.

Tanaman padi yang mengikuti program Hulu hilir

Kata Setiajit,  Gubernur ingin ada nilai tambah, mengandung kesejahteraan. Kalau selama ini (petani,red) pakai pupuk subsidi, pinjaman tak jelas dari mana, tak ada nilai tambah, karena tidak hulu hilir mereka.

“Kalau ini kan sampai hulu hilir, sampai keluar beras, sampai kualitasnya bagus, dijual beras kualitas premium, 1 hektar hasil panen 7 ton dengan adanya hulu hilir mencapai 10 ton,” jelas Setiajit.

Herry konsumer Bank Jatim saat dikonfirmasi petisi.co menyampaikan, bahwa pinjaman modal ini akan ditunjang dengan pemberian peralatan untuk pengolahan hasil panen.

Selain bunga pinjaman yang ringan, setiap petani bisa mengangsur kredit selama tiga tahun.

“Grace period-nya (tenggang waktu pengembalian pinjaman) 3 tahun. Hitungan kami untuk alat-alatnya lebih lama lagi pengembaliannya,” ujarnya.

Kredit program hulu hilir ini hanya dipatok bunga 6 %. “Penyaluran pinjaman pun langsung menyasar para petani dengan rekomendasi gapoktan,”  jelasnya.

Ketua Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) M. Syamsul Arifin Desa Pojok Kulon mengatakan, program hulu hilir yang dilaksanakan dengan pembiayaan dari APBD I melalui Bank Jatim.

Di Desa Pojok Kulon luas sawah yang mengikuti program hulu hilir seluas 160 hektar, pungkasnya. (rahma)

No More Posts Available.

No more pages to load.