Tombak Kanjeng Kiai Upas Pusaka Kebanggaan Masyarakat Tulungagung Dijamas, Ini Harapan Bupati

oleh -325 Dilihat
oleh
Prosesi Tombak Kanjeng Kiai Upas dijamas

Tulungagung, petisi.co – Jamasan Pusaka Tombak Kanjeng Kiai Upas merupakan kegiatan sakral yang rutin setiap tahun digelar Pemkab Tulungagung.

Acara jamasan Pusaka kebanggaan masyarakat Tulungagung tersebut dilaksanakan pada bulan Suro hari Jumat antara tanggal 11 hingga 20 dalam penanggalan Jawa.

Kali ini, prosesi menjadi bagian dari rangkaian Festival Budaya Spiritual Tahun 2025.

Terlihat sakral, prosesi jamasan Pusaka diawali kirab Nawa Tirta (9 air dari sumber mata air) dimulai dari Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso menuju Griya Ndalem Kanjengan, Lingkungan Kelurahan Kepatihan, Kabupaten Tulungagung.

Setibanya di Griya Ndalem Kanjengan Kepatihan, Nawa Tirta dicampur dengan kembang tujuh rupa dan digunakan untuk memandikan (mensucikan) Tombak Kanjeng Kyai Upas.

Setelah disucikan, Pusaka Kanjeng Kiai Upas disimpan di tempat penyimpan ing Griyo Ndalem Kanjengan.

Kanjeng Kyai Upas merupakan pusaka berbentuk tombak dengan panjang bilah sekitar 35 cm, dilengkapi dengan landhean (kayu pegangan) sepanjang 4 meter. Konon, Tombak Kanjeng Kiai Upas merupakan Pusaka yang diyakini memiliki data magis yang kuat untuk menjaga kabupaten Tulungagung dari segala marabahaya.

Hadir di acara Jamasan Pusaka, Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, Wakil Bupati Ahmad Baharudin, S.M.,Staf Khusus Kemenbud RI, Basuki Teguh Yuwono, jajaran Forkopimda Tulungagung, Lurah Kepatihan, Masyarakat dan lainnya, Jumat (11/7/2025).

Dalam kesempatan itu, Bupati Gatut Sunu menyampaikan bahwa Jamasan Kyai Upas adalah tradisi yang telah lama dilestarikan dan digelar setiap bulan Suro.

“Harapan kami, melalui prosesi ini, masyarakat Tulungagung senantiasa diberi kesehatan, dijauhkan dari marabahaya, serta mendapat keberkahan bagi kita semua, khususnya Kabupaten Tulungagung,” tutur Bupati. (par)

No More Posts Available.

No more pages to load.