Unggahan Foto Pembongkaran Kijing Makam di Ponorogo Hebohkan Nitizen

oleh
Pembongkaran kijing untuk dirapikan, karena akan dibangun jalan di tengah makam.

PONOROGO, PETISI.CO –  Unggahan foto di media sosial (medsos), pembongkaran Jirat (kijing) dan beberapa cungkup di atas area lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Asem Buntung, Kelurahan Mangkujan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, menghebohkan nitizen di Ponorogo.

Semua ini karena lokasi TPU tersebut di pinggir jalan Raya Tambak Bayan-Keniten ( Jl. MT. Haryono ) Ponorogo, sehingga mengundang perhatian warga, yang berakhir ramai di medsos, terkait ‘pengrusakan’ makam dan lainnya.

Kesan yang dikomentarai para nitizen di medsos komunitas warga Ponorogo tersebut, mengundang pro kontra.

Petisi.co bersama media lain berusaha mendatangi lokasi TPU Asem Buntung dan bertemu dengan Kepala Kelurahan setempat, dan puluhan warga yang sedang menunggu proses pembuatan jalan di tengah pemakaman dalam tahap pembuatan jalan di tengah pemakaman.

“Ini hanya salah paham, orang yang unggah foto di medsos, ia belum tahu dan jelas akan diapakan jirat-jirat di kuburan Asembuntung digempur,” ujar salah satu warga.

Padahal, sebenarnya ini akan dibangun jalan di tengah pemakaman untuk memudahkan lewatnya keranda yang sudah pakai roda. Pembongkaran jirat-jirat itu juga sudah disosialisasikan.

TPU Asembuntung sendiri selama ini diperuntukkan makam warga dari 3 kelurahan. “Kalau warga yang memanfaatkan TPU Asembuntung ini sangat mendukung, melalui pertemuan perwakilan dari ketiga kelurahan itu, apalagi Kelurahan Tambakbayan tidak punya lokasi makam dan pemakamannya ya ini,” ujarnya.

Sehingga, yang dilakukan masyarakat itu adalah merapikan, mulai pemasangan batu nisan dan untuk kijing (jirat) dan cungkup dilarang, karena bikin cepat penuh.

“Nanti ada jalan di tengah dipaving. Dulu  pernah terjadi, saat mengangkat (pikul,red), mayat jatuh karena kesandung batu nisan,” ujar Penasehat Makam Asembuntung.

Senada dengan penasehat makam juga disampaikan Seksi Pengamanan Makam Asembuntung, Muhtarom yang juga warga Kelurahan Mangkujayan.

“Ini resmi pengadaan jalan dan merapikan makam, penataan batu nisannya nanti, kita sudah rapat 5 kali bersama 47 RT, sudah disosialisaikan akan dilakukan perapian, bukan pengrusakan,” ujarnya.

Kepala Kelurahan Mankujayan, Arwangi

Begitu juga Anto, warga Jl. Kalimantan Kelurahan Mangkujayan juga mengaku, kalau dibongkarnya jirat atau kijing tersebut tidak ada sama sekali unsur merusak, justru akan merapikan .

Menurut Anto, foto yang ada di medsos itu tidak bisa dipertanggungjawabkan.  “Medsos bukan kantor pemberitaan yang berbadan hukum kok, hanya ungkapan orang-orang yang kadang tidak mengerti, apalagi bukan orang dari 3 kelurahan ini, khan gak tahu,” imbuh Anto.

Kepala Kelurahan Mankujayan, Arwangi menjelaskan, pembongkaran Jiran atau Kijing di TPU Asembuntung sudah dilakukan sosialisasi, sejak 5 bulan lalu.

“Memang untuk pemasangan kijing dilarang, apalgi cungkup, ini akan dikasih jalan di tengah makam sepanjang 144 meter dan lebar 1,5 meter yang akan dibangun jalan paving, dan bahkan pihak warga sudah swadaya Rp 20 juta untuk pembongkaran kijing dan perataan lokasi calon dibangun jalan,” tegas Lurah.(mal)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.