PETISI.CO
Vaksinasi kepada tenaga kesehatan yang diselenggarakan di Graha YKP Surabaya.
PERISTIWA

Vaksinasi Nakes di Surabaya Diupayakan Rampung Hari ini

SURABAYA, PETISI.CO – Vaksinasi bagi seluruh tenaga kesehatan (nakes) digelar Pemkot Surabaya, pada Minggu (31/1/2021) pagi, di Graha YKP. Pemkot Surabaya pun menarget penyuntikan vaksin diupayakan rampung keseluruhan pada hari ini.

“Sampai selesai. Kemarin perkiraan kita sekitar jam 5 selesai. Insya Allah nakes hari ini selesai semua yang terdaftar di SI-SDMK,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febrian Rachmanita atau Feny.

Feny menyebut, setiap nakes yang ikut dalam kegiatan imunisasi anti Covid-19 ini, telah terlebih dahulu diusulkan oleh setiap institusinya masing-masing.

Baca Juga :  Presiden Bagikan 1.539 KIP di Malang Raya

“Kepersertaan ini adalah bagi tenaga kesehatan. Jadi vaksin massal ini dilakukan untuk semua tenaga kesehatan, baik yang terdaftar di SI-SDMK atau pun tidak, tetapi mereka bekerja di Surabaya,” kata Feny, sapaan akrabnya.

Diperkirakan calon penerima vaksin yang terdaftar untuk mengikuti vaksinasi masal di Graha YKP, jumlahnya mencapai 4.257 orang.

Tak hanya di satu lokasi saja, vaksinasi juga dilaksanakan di 63 puskesmas di Kota Surabaya dan RSUD dr Soetomo. Masing-masing puskesmas ada 3.150 (vial vaksin). Kemudian di Soetomo ada 80 vial.

Baca Juga :  Bupati Dharmasraya dan Keluarga Saksikan Penyembelihan Hewan Kurban

Terkait alur atau mekanisme penyuntikan vaksin Feny menjelaskan, nakes calon penerima vaksin harus menyertakan beberapa kelengkapan dokumen, seperti KTP, Surat Tanda Registrasi (STR) atau pun Session Initiatiation Protocol (SIP).

“KTP wajib karena harus berdasarkan NIK,” kata Feny.

Kemudian para nakes akan melakukan verifikasi berkas, lalu masuk ke meja 1 untuk registrasi, meja 2 untuk screening. Selanjutnya, mereka akan menjalani penyuntikan di meja 3. “Meja 4 untuk laporan dan observasi,” terangnya.

Ia menambahkan, dalam vaksin masal ini ditemukan ditemukan beberapa nakes yang jadwal vaksinnya ditunda dengan beberapa pertimbangan.

Baca Juga :  Di Tengah Pandemi Covid-19 Wabup Fauzi Dilarikan ke Surabaya, Ini Kata Bupati Sumenep

“Ada yang ditunda, karena mungkin tensinya tinggi karena takut atau apa nanti akan ditensi ulang,” pungkasnya. (nan)

terkait

Babinsa Kutogirang Dampingi Petani Rawat Padi

redaksi

Kapolres Magetan Kerahkan Anggota Antar Jemput Lansia ke Lokasi Vaksinasi

redaksi

Proyek Tanggul Kali Lamong Masuk Tahap Lelang

redaksi