Surabaya, petisi.co – Wakil Ketua DPRD Jatim Blegur Prijanggono prihatin atas temuan (Badan Nasional Narkotika Provinsi) BNNP Jatim, sebanyak 15 anak yang tercatat sebagai siswa SMP di Surabaya dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba.
“Yang jelas kami prihatin dan sayangkan dengan kejadian-kejadian hal seperti ini. Kenapa seperti itu? Karena narkoba hari ini sudah menyasar seluruh segmen generasi muda, apalagi anak SMP yang memang ke depan adalah sebagai penerus bangsa kita,” ujar Blegur, Senin (17/11/25)
Blegur berpesan kepada para generasi muda agar lebih bijaksana dalam mengambil tindakan. Termasuk dalam hal penggunaan media sosial yang dinilai juga bisa menjadi celah peredaran narkoba.
“Artinya begini, media sosial hari ini yang sudah era globalisasi, semua informasi itu akan masuk di media sosial, baik itu melalui TikTok, IG, Facebook, dan lain-lain. Nah, di sini peran orang-orang tua juga dipentingkan juga. Karena hari ini kita lihat, jangankan SMP-SMA, anak SD saja sudah pegang HP,” urainya.
Politisi Patai Golkar ini menegaskan, negara tidak bisa serta merta membatasi teknologi yang terus berkembang pesat. Terlebih, penggunaan server melalui satelit, termasuk pemilik berbagai aplikasi ini juga berasal bukan dari Indonesia.
“Sehingga di sini saya sarankan, terutama orang tua yang hari ini punya kepentingan putra-putrinya ke depan menjadi generasi muda yang bagus, harus bijak menanggapi masalah anak-anaknya, putra-putrinya berkaitan dengan memegang HP,” urainya.
Sekertaris DPD Partai Golkar Jatim ini juga meminta para orang tua secara aktif mengecek aktivitas digital anak-anaknya. Dengan begitu, anak-anak tidak bisa sembarangan mengeksplorasi hal-hal negatif yang ada di media sosial.
“Karena ajakan-ajakan itu banyak sekali di media sosial. Sehingga bilamana tidak ada pengawasan dari orang tua, maka pasti akan mengikuti alur-alur yang ada terjadi di media sosial. Nah tentunya para pengedar ini, itu akan mengambil langkah-langkah strategi marketnya dari pengaruh media sosial,” jelas politisi asal Daerah Pemilihan (Dapi) Surabaya ini.
Seperti diketahui, temuan 15 siswa SMP positif narkoba terungkap saat Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jawa Timur melakukan tes urine secara acak di Jalan Kunti, Kecamatan Semampir, Surabaya.
Legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Surabaya ini juga meminta aparat penegak hukum kepolisian dan BNNP Jatim untuk tidak berhenti dengan temuan 15 anak SMP Surabaya tersebut.
Pihaknya berharap, pengembangan kasus itu terus dilakukan agar penindakan tegas terhadap mereka para pengedar bisa dilakukan dan pencegahan terhadap anak-anak juga bisa dilakukan.
“Karena narkoba hari ini saya melihat kan masuknya tidak hanya lewat yang konvensional, tapi lewatnya melalui permen dan lain-lain. Sehingga perlunya adanya pengawasan ketat. Selain kepada orang tua, mohon kepada badan-badan khusus seperti BNN maupun Polri ini perlu ditingkatkan,” pungkasnya.
Seperti diketahui, sebanyak 15 anak SMP di Surabaya dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba. Hal itu terungkap saat Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jawa Timur melakukan tes urine secara acak di Jalan Kunti Kecamatan Semampir, Surabaya.
Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Budi Mulyanto mengatakan, awalnya pihaknya melakukan penggerebekan di kawasan itu. Lalu, pihaknya melakukan tes urine di SMA dan SMP yang dekat dengan lokasi.
“Dari hasil pengecekan urine tersebut, ditemukan 15 pelajar SMP yang positif narkoba. Kita prihatin dengan temuan timnya itu,” ujar Budi dalam keterangan, Jumat (14/11/25).
Budi menyebut, semua pihak harus duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan narkotika di Jalan Kunti. Hal itu penting dilakukan untuk mengentaskan peredaran barang haram itu di kampung tersebut.
“Saya bilang ada beberapa komponen yang harus benar-benar kita diskusi, duduk satu meja, antara BNN, kepolisian, pemerintah daerah bahkan konsep pentahelix yang lain,” ucapnya.
“Satu kita kerjakan anaknya dulu, kedua keikutsertaan orangtua, kemudian lingkungan sekolah, baru lingkungan masyarakat. Empat ini yang harus kita kerjakan bersama,” lanjutnya. (ari)







