Probolinggo, petisi.co – Wali Kota Probolinggo, Aminuddin menghadiri pengajian umum yang digelar bersamaan dengan penerimaan rapor semester ganjil bagi para santri di salah satu Pondok Pesantren di wilayah Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.
Kehadiran orang nomor satu di Kota Probolinggo ini menjadi bentuk penghormatan, sekaligus dukungan pemerintah daerah terhadap peran strategis pesantren dalam membangun peradaban, menjaga nilai keislaman, serta menyiapkan generasi masa depan yang berkarakter dan berdaya saing.
Wali Kota Aminuddin menyampaikan apresiasi tinggi atas perkembangan Pondok Pesantren An Nur. Ponpes ini dinilainya terus berinovasi dalam metode dan jenis pembelajaran. Ia mengaku terkesan dengan kemampuan para santri, termasuk penguasaan bahasa asing.
Sebagai Wali Kota saya sangat mengapresiasi keberadaan dan perkembangan Pondok Pesantren An Nur. “Ketika saya berdialog langsung dengan para santri bahkan menggunakan bahasa Inggris justru saya yang kewalahan menjawab ini menunjukkan kualitas pendidikan di pesantren ini luar biasa,” kata Aminuddin.
Ia menegaskan, pesantren memiliki peran penting dalam menyiapkan Generasi Emas 2045 sebagaimana visi nasional Presiden RI Prabowo Subianto. Menurutnya, An Nur telah mengambil peran positif dalam mencetak sumber daya manusia yang tangguh, berakhlak, dan adaptif terhadap tantangan zaman.
Wali Kota juga menyinggung kehadiran program dapur MBG di lingkungan pesantren yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi santri dan wali santri.
“Dengan adanya dapur MBG, kebutuhan gizi santri lebih terjamin. Orang tua tidak perlu lagi menyiapkan bekal dari rumah. Ini bagian dari ikhtiar menyiapkan generasi yang sehat dan kuat, baik fisik maupun mental,” imbuhnya.
Di akhir sambutannya, Aminuddin menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar dan civitas Pondok Pesantren An Nur atas dedikasi dan konsistensinya dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Teruslah menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi Kota Probolinggo ke depan yang tangguh dan berdaya saing. Kepada para kiai dan seluruh pengasuh, kami ucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya atas pengabdian yang luar biasa ini,” pesannya.
Pada kesempatan yang sama, sambutan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dibacakan oleh Nurkholis. Menurutnya pesantren merupakan peletak dasar peradaban bangsa, yang sejak awal berdiri telah menanamkan nilai iman, keilmuan, kemandirian, dan tanggung jawab sosial.
Pesantren lanjut staf ahli gubernur ini memiliki peran besar dalam menyiapkan generasi emas 2045. “Generasi yang kokoh dalam iman, moderat dalam sikap, cakap digital serta mampu membaca dan merespons tantangan global,” tuturnya. (reb)







