Wali Kota Surabaya dan Menko PMK Tinjau Program Cek Kesehatan Gratis

oleh -205 Dilihat
oleh
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bersama Menko PMK, Pratikno meninjau langsung pelaksanaan Program CKG di Puskesmas Jagir

Surabaya, petisi.co – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meninjau langsung pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Jagir, Surabaya, Senin (10/2/2025). Program ini merupakan bagian dari amanat UUD 1945 Pasal 28H, yang menjamin hak setiap warga negara untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Dalam kunjungannya, Menko PMK Pratikno berbincang langsung dengan warga yang datang ke puskesmas. Ia menekankan pentingnya upaya preventif dibandingkan pengobatan.

“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Dengan pemeriksaan kesehatan rutin, kita bisa mengetahui kondisi tubuh sebelum sakit,” ujarnya.

Pratikno menyampaikan bahwa CKG merupakan realisasi janji kampanye Presiden Prabowo yang disampaikan pada 8 November 2023. Program ini menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), menyusul Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat.

CKG juga menjadi langkah strategis dalam mengubah paradigma layanan kesehatan di Indonesia, dari model kuratif menjadi preventif. Sasarannya adalah seluruh penduduk Indonesia, tanpa terkecuali, mulai dari bayi hingga lansia, termasuk penyandang disabilitas, buruh, petani, nelayan, dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kita ingin menghilangkan pola pikir ‘sakit dulu baru berobat’ dan menggantinya dengan ‘cek kesehatan sebelum jatuh sakit’. Program ini dirancang untuk lebih dari 281 juta warga Indonesia,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya yang telah mengintegrasikan layanan kesehatan hingga tingkat RW.

“Terima kasih kepada Pemkot Surabaya yang menugaskan tenaga kesehatan hingga ke level RW, ini contoh yang patut diikuti daerah lain,” tambahnya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyambut baik program CKG karena selaras dengan program Universal Health Coverage (UHC) yang telah diterapkan di kota tersebut. Pemkot Surabaya sebelumnya telah menjalankan program Satu RW Satu Nakes, yang memastikan setiap wilayah memiliki tenaga kesehatan yang siap melayani warga.

“Kami sudah memiliki program pemeriksaan kesehatan gratis berbasis KTP dan Satu RW Satu Nakes. Alhamdulillah, pemerintah pusat kini memperkuatnya melalui CKG,” ungkapnya.

Eri juga menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) adalah prioritas dalam pembangunan Kota Surabaya.

“Saya sangat senang karena program ini memperkuat upaya menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan kuat. Ini langkah besar bagi masa depan Indonesia,” katanya.

Pada tahap awal, CKG akan berlangsung di seluruh puskesmas di Surabaya. Warga yang berulang tahun pada Januari 2025 dan seterusnya dapat mendaftar melalui aplikasi Satu Sehat atau langsung ke puskesmas terdekat.

“Tidak semua warga familiar dengan aplikasi, jadi tenaga kesehatan di tiap RW juga akan membantu dalam proses pendaftaran,” jelasnya.

Ke depan, Eri berambisi untuk mengurangi antrean di puskesmas dengan memaksimalkan tenaga kesehatan di tiap RW.

“Harapan saya, warga tidak perlu lagi antre panjang atau menunggu rujukan. Tenaga kesehatan di RW akan menjadi solusi utama dalam pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Ia memastikan semua puskesmas di Surabaya siap melayani pemeriksaan CKG, mulai dari screening kesehatan hingga pemeriksaan laboratorium. Jika stok reagen habis, pasien akan dirujuk ke puskesmas terdekat yang memiliki persediaan.

“Kami ingin semua warga bisa memanfaatkan layanan ini, tanpa batasan,” tambahnya.

Pjs Kepala Kantor UNICEF untuk Pulau Jawa, Dr. Armunanto, menyampaikan dukungannya terhadap program pemeriksaan kesehatan gratis ini. Ia menyoroti pentingnya program ini dalam memastikan kesehatan ibu dan anak di Indonesia.

“Seluruh peserta mendapatkan pemeriksaan seperti berat badan, lingkar perut, tensi, kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol. Ada juga layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) untuk HIV serta screening TBC,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa Penyakit Tidak Menular (PTM) masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Oleh karena itu, langkah preventif seperti pemeriksaan rutin sangat penting dalam menekan angka kasus PTM.

“Gaya hidup tidak sehat seperti merokok, pola makan buruk, dan kurang aktivitas fisik menjadi pemicu utama PTM. CKG menjadi langkah awal untuk mencegah penyakit ini sejak dini,” pungkasnya. (dvd)

No More Posts Available.

No more pages to load.