Wali Kota Surabaya Ganti Tagihan UMKM Korban Penipuan Pinjol

oleh -325 Dilihat
oleh
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi memberikan uang penggantian kepada UMKM korban penipuan pinjol

Surabaya, petisi.co – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengganti rugi pelaku UMKM warga Surabaya barat diduga korban penipuan pinjol dan sudah terlanjur membayar tagihan, Jumat (14/2/2025) di Aula Kelurahan Pakal dan Kandangan.

Pasalnya, sekitar 11 pedagang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Benowo dan Pakal, mengaku tidak menerima pencairan uang pinjaman. Namun mereka telah menerima tagihan (angsuran) yang total semua berkisar sebesar Rp 20 juta.

Sementara, pada kesempatan tersebut Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, bahwa pihaknya sudah melaporkan dan bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia (BI) untuk kasus tersebut.

“Saya mengganti uang tagihan pinjaman online (pinjol) Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang menjadi korban penipuan dan mereka sudah membayarnya,” ucap Eri.

Eri juga memastikan jika mereka melakukan pinjaman lagi tidak terblacklist. Sementara itu, untuk tagihan sisanya pihaknya meminta agar mengabaikannya dan mengatakan pada para penagih untuk menagihnya ke Polrestabes Surabaya.

“Kalau jenengan ditagih selanjutnya suruh nagih ke Polrestabes, karena mereka (pelaku) saat ini sedang diproses di sana. Ini sesuai permintaan dari penyidik di Polrestabes Surabaya yang kini sedang menyelidiki kasus penipuan tersebut,” tegas Wali Kota Surabaya.

Selain itu, Wali Kota Surabaya juga meminta kepada Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) untuk menyurati pihak Shopee dan Kredivo, dimana dua aplikasi tersebut yang diduga digunakan oleh para pelaku sebagai sarana mencairkan pinjaman menggunakan akun-akun korban.

“Ini adalah proses penipuan yang uangnya tidak masuk ke mereka (korban), akan tetapi muncul tagihan angsurannya,” ungkap Cak Eri, sapaan akrab Wali Kota Surabaya.

Menurutnya, yang menjadikan dirinya (Wali Kota Surabaya,-red) marah besar adalah sudah mengatasnamakan pemerintah Kota Surabaya dan sosialisasinya juga di Kantor Kelurahan.

“Apakah itu pak Lurahnya ndak tahu, sampai ada kegiatan seperti itu di Kantor Kelurahan,” geram Eri Cahyadi.

Kini kasus tersebut, tambah Eri Cahyadi, sudah dilaporkan ke polisi. Sementa Inspektorat saat ini sedang memeriksa oknum 3 OS aktif yang diduga terlibat penipuan tersebut, serta pejabat Lurah yang kantornya digunakan tempat untuk sosialisasi oleh para pelaku penipuan tersebut.

Ditemui petisi.co, salah satu korban penipuan pinjol, mengatakan, bahwa berterimakasih atas pengembaiian dari Wali Kota Surabaya kepada para UMKM yang sudah terlanjur membayar.

“Alhamdulillah untuk saat ini uang yang sudah terlanjur kita bayarkan dikembalikan bapak Eri Cahyadi, yang bermasalah saat ini kan untuk cicilan ke depannya bagaimana. Dari pihaknya sendiri sudah diusahakan untuk merembuk dengan aplikasi tersebut dan BI chating serta segalanya itu mungkin bisa di ringankan,” ucap Kholifatus Sa’diah.

Cuma untuk saya pribadi, lanjut Kholifatus Sa’diah, punya cicilan yang lain juga. Sehingga saat ini untuk kasus tersebut masih belum ada titik terangnya, jadi tadi ada dua opsi.

“Harapan saya yang pertama tagihan tolong di bayarkan agar ndak ikut menanggung, karena saya kan juga ada cicilan pribadi. Kalau misal saya bayar seperti anjuran pak Eri tidak bisa karena itu dijadikan satu cicilannya, opsi kedua saya mohon kepada aplikasi shoppe yang saya pakai itu untuk cicilan pribadi dan penipuan tersebut agar dipisah, agar saya ndak ikut bayar cicilan penipuan tersebut,” ungkap warga Pakal Timur Baru. (bah/dvd) 

No More Posts Available.

No more pages to load.