Wali Kota Surabaya Minta Camat dan Lurah Ubah Cara Kerja untuk Pelayanan Lebih Efektif

oleh -200 Dilihat
oleh
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

SURABAYA, PETISI.CO – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memberikan pengarahan kepada seluruh camat, lurah, dan Kepala Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Arahan tersebut berlangsung di Graha Sawunggaling, Kantor Pemkot Surabaya, pada Senin (2/9/2024).

Pada kesempatan itu, Wali Kota Eri meminta para camat, lurah, hingga kepala PD untuk mengubah cara berpikir dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya pelayanan publik yang lebih efektif dan efisien.

“Contohnya adalah penerapan konsep pelayanan publik di balai RW. Setiap kelurahan dilengkapi dengan satu tenaga kesehatan dan satu unit ambulans,” ujar Wali Kota Eri seusai acara pengarahan.

Ia menjelaskan bahwa tujuan dari pelayanan publik di balai RW adalah meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup warga. Misalnya, layanan administrasi kependudukan (Adminduk) kini dapat diakses melalui aplikasi, sehingga warga tidak perlu datang ke kantor kelurahan.

“Filosofi dari pelayanan publik di Balai RW adalah untuk memberdayakan warga. Jadi, jika ada pegawai yang izin kerja, warga tidak perlu mengurus KTP ke kantor kelurahan. Dengan ini, pelayanan publik tidak lagi terhambat,” jelasnya.

Wali Kota Eri juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dalam transformasi pelayanan publik. Ia mencontohkan kesuksesan Pemkot Surabaya dalam menurunkan angka stunting dan kemiskinan dalam tiga tahun terakhir.

“Dulu, penanganan stunting dilakukan secara manual dan hasilnya tidak signifikan. Sekarang, angka stunting di Surabaya turun menjadi 1,6 persen, dan kemiskinan juga berkurang,” paparnya.

Ia juga menyoroti penggunaan teknologi dalam pengelolaan parkir di restoran, yang kini bisa dilakukan dengan CCTV untuk memantau secara otomatis, mengurangi kebutuhan pencatatan manual.

Selain itu, absensi karyawan di lingkungan Pemkot Surabaya kini lebih efisien dengan teknologi aplikasi, yang memungkinkan absensi dari mana saja, asalkan output dan outcome harian tetap ada.

“Karena itulah saya mengumpulkan lurah, camat, dan kepala dinas. Saya ingin evaluasi agar kita semua mengerti tujuannya,” tambahnya.

Mantan Kepala Bappeko Surabaya ini juga menegaskan pentingnya orientasi kerja pemerintah yang berfokus pada kebahagiaan masyarakat.

“Saya ingin mengubah mindset camat dan lurah, agar bekerja sesuai dengan kebutuhan warga, melalui diskusi, bukan sekadar menjalankan perintah otoriter,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan data warga miskin seharusnya dilihat sebagai peluang untuk memberikan bantuan yang lebih tepat sasaran, bukan sebagai indikator kegagalan.

“Kadang-kadang camat dan lurah takut kalau data warga miskin bertambah, dianggap gagal dan dicopot. Saya ingin menekankan, kerja ini untuk kebahagiaan warga. Kumpulkan data kebutuhan warga di RW, apakah paving atau lainnya, lalu kita buat prioritas,” jelasnya.

Wali Kota Eri menutup dengan menekankan bahwa pemerintah harus bekerja demi kepentingan masyarakat, bukan demi pengakuan atau pujian. “Selama tiga tahun terakhir, saya mengajarkan bekerja dengan hati, bagaimana teknologi dan kepedulian bisa mengubah segalanya,” tutupnya. (dvd) 

No More Posts Available.

No more pages to load.