Petisi
Pose bersama usai acara
PERISTIWA

Walikota Buka Musda IV Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kota Batu 2019

BATU, PETISI.CO – Wali Kota Batu Hj. Dewanti  Rumpoko menghadiri sekaligus membuka Musyawarah Daerah (Musda) IV Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kota Batu Tahun 2019 di pendopo rumah dinas Walikota Batu, Jl.P. Sudirman no.98, Kota Batu, Sabtu (13/07/2019).

Turut dihadiri oleh Ketua MUI Provinsi Jawa Timur KH.Abdus Somad Bhukori, Ketua Baznas Kota Batu AH.Budiono, Anggota DPRD Kota Batu Sudiono, Ketua MUI Kota Batu KH. Nur Yasin Muhtadi beserta jajaran pengurus MUI Kota Batu, Perwakilan Kapolres Batu, dan Kepala OPD Kota Batu terkait, serta peserta Raker.

Peserta Raker terdiri dari pengurus MUI Kota Batu, perwakilan MUI Kecamatan, perwakilan Ormas, Pimpinan Pesantren, dan tokoh masyarakat Kota Batu.

Pada kesempatan itu, Ketua MUI Kota Batu KH. Nur Yasin Muhtadi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Batu yang telah memfasilitasi terselenggarahnya musda ini sehingga bisa berjalan dengan lancar dan diridhoi oleh Allah SWT.

“Kegiatan musda ini sangat penting karena akan menentukan arah kebijakan, program kegiatan dan menentukan arah AD/ART MUI serta tak kalah penting untuk menentukan kepemimpinan MUI Kota Batu 5 tahun yang akan datang,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua MUI Provinsi Jawa Timur KH. Abdus Somad Bhukori dalam sambutannya juga mengatakan bahwa dengan suasana Kota Batu yang dingin ini, semoga bisa menyejukan kondisi bangsa dan negara.

“Kegiatan musda itu hanya memilih pengurus baru yang terbentuk secara formatur atau keterwakilan. Dan MUI Provinsi Jawa Timur setiap bulan ada rapim untuk membahas masalah yang berkembang dan mengevaluasi program kerja serta merespon aspirasi dari masyarakat baik terkait laporan hukum atau yang lain,” ucapnya.

Sedangka dalam 1 tahun MUI Provinsi Jawa Timur ada rakerda (rapat koordimasi antar daerah) karena MUI Jawa Timur ini terdiri dari Provinsi Jawa Timur, Bali, NTB, NTT. Jadi misalnya ada masalah di Bali, MUI Jawa Timur ikut memikirkan masalah tersebut.

“MUI itu bukan majelis ulama politik/ikut dalam politik praktik, tapi MUI harus mengerti perkembangan politik dan pembangunan, serta MUI harus bisa mempersatukan kekuatan umat islam dalam rangka membangun nasionalisme bangsa Indonesia. Jadi MUI itu harus punya wawasan kebangsaan dan wawasan pembangunan,” tukasnya.

Wali Kota Batu Hj. Dewanti Rumpoko sebelum membuka kegiatan ini dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada kepemimpinan KH.Nur Yasin Muhtadi selama 2 periode sehingga harus ada regenerasi baru.

“Karena Ketua MUI ini adalah orang orang yang menjadi pengayom dimasyarakat, selalu dimintai pendapatnya dalam hal apapun,” sebutnya.

Lebih jauh, kata dia, MUI dengan program syariahnya akan berdampak lebih bagus terhadap masyarakat dalam memperdayakan ekonominya, terutama ekonomi syariah.

“Saya minta untuk sertifikasi halal dari MUI untuk tempat tempat pariwisata, dan restoran di Kota Wisata Batu supaya jelas bahwa restoran dan tempat pariwisata di Kota Wisata Batu ini halal. Saya harapkan semoga dalam musda ini terpilih pemimpin yang bisa membawa manfaat bagi Kota Batu,” harapnya.

Diketahui, diakhir acara dilakukan pemberian bantuan operasional oleh Wali Kota Batu Hj. Dewanti Rumpoko kepada perwakilan MUI Kecamatan Junrejo, Kec. Batu dan Kec. Bumiaji. (mas/eka)

terkait

Stres Ditinggal Mati Kakak, Wanita Manukan Gantung Diri

redaksi

Jelang Putusan MK, Aktivis PENA 98 Tolak Kerusuhan

redaksi

Sambut Pelantikan Presiden, Polres Lamongan Gelar Parade Merah Putih

redaksi