Petisi
Warga yang melakukan aksi demo
PERISTIWA

Warga Demo Tambang Pasir Liar Selokajang

BLITAR, PETISI.CO – Aksi warga Desa Selokajang dilakukan terhadap penambangan pasir liar di aliran Sungai Brantas masuk Desa Selokajang, Dukuh Maron Kecamatan Srengat, Jumat (6/9/2019).

Informasi yang diperoleh  dari warga sekitar, Subandi (46), warga Dk Maron Selokajang, penambangan liar yang dikelola oleh Sh bersama adiknya,  bernama BS ini beroprasi sejak Agustus  lalu. Selain tidak memiliki ijin, juga dianggap merusak lingkungan dan abrasi  bantaran sungai.

Puluhan warga dalam aksinya menuntut agar penambangan pasir tersebut ditutup, karena penambangan dengan menggunakan mesin penyedot, selain merusak lingkungan, juga berpengaruh terhadap penghasilan pencari pasir tradisional, dan berpengaruh terhadap air sumur akan sulit dan dalam. Dengan pengambilan pasir pakai mesin, kedalaman sumur bisa mencapai 24 meter lebih.

Sebelumnya,  warga memang membuat kesepakatan bersama, penambangan pasir hanya dilakukan secara manual. Batas tambangan Selokajang pasar sampai barat tambangan Dk Tumpuk, masuk Ds Purwokerto Kec. Srengat.

Hasil investigasi warga di lapangan, mereka penambang dalam melakukan penyedotan sudah masuk wilayah tersebut, alat stik sembur masuk daerah yang dilarang.

Sekitar pukul 13.30, puluhan warga lingkungan setempat melakukan aksi membubarkan penambang yang sedang beraktifitas, membongkar mesin disel di tongkang penyedot pasir.

“Ini adalah sebagai peringatan, agar di lingkungan tersebut tidak lagi ada penyedotan pasir memakai mesin,” kata Endra Priyono koordinator aksi.(min)

terkait

Aksi Vandalisme “Dunia Damai Tanpa Aparat”, Resahkan Masyarakat Lamongan Kota

redaksi

Rumah Sakit NU Bondowoso Gelar Baksos Operasi Katarak Gratis

redaksi

Dikabarkan Ada Klaster di Pakuwon Mall dan TP, Pemkot Membantah

redaksi