Waspada! Penipuan WhatsApp Catut Nama Wali Kota Surabaya

oleh -275 Dilihat
oleh
Penipuan WhatsApp yang mengatasnamakan Wali Kota Surabaya

Surabaya, petisi.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi penipuan yang mengatasnamakan pejabat, terutama melalui media daring. Modus terbaru yang terungkap adalah penipuan menggunakan nama Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, melalui aplikasi WhatsApp.

Pelaku diketahui menggunakan nomor WhatsApp 0812-6904-466 dan memasang foto profil Wali Kota Eri Cahyadi untuk meyakinkan korban. Modus ini menyerupai kasus-kasus sebelumnya yang bertujuan menipu dan mengecoh masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya, M. Fikser, mengungkapkan bahwa pelaku menyebarkan pesan singkat ke sejumlah nomor dengan berpura-pura menjadi Wali Kota.

“Itu adalah oknum yang mengatasnamakan Pak Wali Kota Eri Cahyadi. Nomor WhatsApp tersebut bukanlah milik beliau. Oleh karena itu, warga Kota Surabaya harus lebih berhati-hati dan waspada terhadap aksi penipuan seperti ini,” ujar Fikser, Senin (30/12/2024).

Fikser juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada aparat penegak hukum jika menemui tindakan serupa. Langkah ini penting untuk mencegah terjadinya kerugian yang lebih besar di masyarakat.

“Jika menerima pesan singkat atau telepon yang mengatasnamakan pejabat Pemkot Surabaya, khususnya yang mencurigakan atau berisi permintaan tertentu, dapat dipastikan itu adalah penipuan,” tegasnya.

Selain itu, Fikser mengingatkan agar seluruh pegawai Pemkot Surabaya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan masyarakat umum tidak mudah percaya terhadap pesan yang mencurigakan.

“Saya harap masyarakat tidak langsung percaya terhadap informasi dari pesan-pesan seperti itu. Pemkot Surabaya tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang timbul akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab,” tambahnya.

Pemkot Surabaya juga meningkatkan pengawasan serta memberikan edukasi kepada masyarakat terkait modus-modus penipuan. Fikser menekankan pentingnya bersikap kritis terhadap informasi dari sumber yang tidak jelas dan selalu memverifikasi kebenarannya sebelum mengambil tindakan.

“Pemkot berkomitmen untuk terus menyampaikan informasi terkini terkait modus penipuan, terutama yang mencatut nama pejabat pemerintah. Hal ini adalah bagian dari upaya melindungi masyarakat dari kejahatan siber yang semakin marak,” tutupnya. (dvd)

No More Posts Available.

No more pages to load.