PETISI.CO
Wisata bukit Mahadewa, Desa Kupang, Curahdami, Bondowoso
PERISTIWA

Wisata Bukit Mahadewa Terbengkalai, Inspektorat Bondowoso Diminta Lakukan Audit Dana BUMDes

BONDOWOSO, PETISI.CO – Belakangan ini tersiarkan, bahwa wisata bukit Mahadewa, di Desa Kupang, Kecamatan Curahdami, Bondowoso, tidak lagi Instagramable. Mengapa?, lantai gardu pemandangan banyak yang rusak, bahkan ditumbuhi rerumputan liar.

Akibatnya, bukit tersebut yang dulunya sempat menjadi destinasi kini tidak diminati oleh para wisatawan.

“Dulu bukit Mahadewa itu sering dikunjungi wisatawan. Belakangan ini sepi. Hanya ramai kicauan burung liar,” kata warga setempat, Jumat (11/6/2021).

Dengan posisi hutan yang berada diatas bukit, itu sangat cocok untuk melihat pemandangan sekitar yang dikelilingi oleh perkebunan.

Baca Juga :  Agus Jack: PPATK Atau Akuntan Diminta Untuk Melakukan Audit

Jajaran pohon pinus yang menjulang tinggi dan rimbun, serta rumput yang segar dan hijau, membuat suasana di tempat itu masih alami, sejuk, dan segar.

“Tapi sayangnya tidak terawat oleh pemangku desa. Tapi tolong nsma saya jangan dipublikasikan,” pintanya.

Dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kepala Desa Kupang, Abdul Fatah, menyebutkan, bahwa wisata bukit Mahadewa itu tetap berjalan.

“Katanya siapa tidak terawat. Jika ingin mengetahui lebih detail silahkan ketemu di darat atau ke rumah,” cetusnya.

Anehnya, ketika ditelusuri ternyata Abdul Fatah itu enggan menemuinya.

Baca Juga :  65 Anak yang di Khitan Massal, Diarak Mobil Jeep Kuno

Data yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, bahwa objek wisata Bukit Mahadewa tersebut, dikelola Pemerintahan Desa (Pemdes) Kupang, melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Untuk itu, warga setempat meminta kepada Inspektorat Bondowoso untuk melakukan audit pengelolaan wisata tersebut. (tif)

terkait

Senjata Komunikasi E- Militer, Tandingi Perkembangan Teknologi

redaksi

Risma Yakin Warga Surabaya Bisa Jadi Tuan Rumah Yang Ramah

redaksi

Direncanakan Rampung Akhir Tahun Ini, Progres Pengerjaan Jembatan Suroboyo Capai 35 Persen

redaksi