Yopi : Jember Adalah Masyarakat Multikultural

oleh
Yopi

JEMBER, PETISI.CO – Sejarah perjalanan Kabupaten Jember merupakan hal penting yang harus disosialisasikan. Bahwasanya, masyarakat Jember dalam perjalanan sejarahnya, merupakan masyarakat pendatang dari berbagai kultur yang bermacam-macam dan berbeda beda. Jangan sepotong potong cara melihatnya.

Demikian diungkapkan Y. Setiyo Hadi, pria asal Kecamatan Kencong Kabupaten Jember yang akrab disapa Mas Yopi, Jumat (14/4/2017) kepada petisi.co.

Hal tersebut dapat dilihat dengan banyaknya kultur yang ada di Jember. Seperti halnya kultur Madura, Jawa, Osing, Bugis, Mandar, Cina, dan Arab.

Bukan hanya itu, perihal tersebut juga dibuktikan dengan banyaknya peninggalan-peninggalan bersejarah yang dimiliki oleh Kabupaten Jember. mulai era prasejarah, prasasti, era klasik Majapahit, era klasik Blambangan, Kolonial, pendudukan Jepang, sampai era kemerdekaan.

“Banyaknya kekayaan budaya di Jember itu adalah bukti layaknya Jember disebut sebagai masyarakat multikultural,” ungkap Mas Yopi.

Multikultural, lanjut Mas Yopi berakar dari kata kultural yang artinya kebudayaan, sedangkan multi adalah banyak atau jamak atau plural, sehingga multikultural artinya banyak kebudayaan.

Lebih lanjut Mas Yopi menjelaskan,  multikultural merupakan pandangan tentang yang ada dalam suatu wilayah yang diwujudkan dengan melihat bahwa kebenaran tidak dimonopoli oleh diri sendiri atau kelompok sendiri.

“Artinya, kebenaran juga dapat muncul dan dimiliki oleh orang lain ataupun kelompok,” jelasnya.(yud)