Petisi
Kepala Diskoperindag Bondowoso, Sigit Purnomo, saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan
EKONOMI

Antisipasi Kenaikan Permintaan Elpiji di Bondowoso, Pertamina Tambah 16.700 Tabung

BONDOWOSO, PETISI.CO – Mengantisipasi kenaikan permintaan elpiji menjelang dan saat hari raya, Pertamina Provinsi Jawa Timur akan menambah pasokan gas elpiji ukuran 3 Kg untuk Kabupaten Bondowoso, sebanyak 16.700 tabung.

Sebelumnya, pada awal bulan menjelang puasa, pihaknya juga telah melakukan tambahan pasokan di Bondowoso sebanyak 1.700 tabung perhari.

“Menjelang perayaan Lebaran dan setelah Lebaran, kami akan menambah pasokan gas 3 kg di Bondowoso sebanyak 16.700 tabung, naik 8% dari rata-rata konsumsi normal perbulannya. Dengan tambahan pasokan ini, kami menjamin kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dan tidak akan terjadi kelangkaan,” ujar Agung Kaharesa Wijaya,  Sales Executive LPG PT Pertamina Wilayah Rayon VII,  usai rapat koordinasi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso, Jumat (31/5/19)

Jadi, jelas dia, tidak perlu khawatir, stok normal dan aman. “Masyarakat bisa tenang dalam merayakan hari raya,” jelasnya.

Disamping itu, ia juga menghimbau kepada masyarakat agar membeli gas Elpiji ukuran 3 kg di pangkalan resmi.

Menurutnya, karena harga di pangkalan dipastikan tidak akan melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), yaitu Rp 16 ribu. Apabila ditemukan adanya pangkalan yang menjual lebih dari HET, maka pihaknya akan memberi sanksi.

“Sanksinya pemotongan alokasi sampai PHU. Pengecer itu spekulan bukan jalur distribusi resmi dari pihak Pertamina. Perlu diketahui, pangkalan yang resmi, pasti terdapat papan pangkalan dari Pertamina,” katanya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Pemkab Bondowoso, Sigit Purnomo, mengatakan, untuk pembelian gas Elpiji ukuran 3 kg, masyarakat tidak perlu resah, karena Pertamina telah menambah pasokan tabung gas ke Kabupaten Bondowoso.

“Ini upaya Pemerintah untuk hadir dan memastikan masyarakat aman dan nyaman dalam berlebaran. Artinya, pemerintah hadir untuk masyarakat,” tuturnya.

Lebih lanjut ia meminta kepada masyarakat dari kalangan mampu, untuk tidak menggunakan Elpiji ukuran 3 kg.

Mengapa demikian, karena Elpiji tersebut,  sebenarnya telah disubsidi pemerintah, khusus untuk masyarakat tidak mampu dan usaha mikro.

“Masyarakat yang mampu diharapkan menggunakan Elpiji non subsidi seperti Bright gas dan LPG 12 kg. Ini perlu kesadaran masyarakat. Jadi Pemerintah melaksanakan tugas, akan tetapi juga masyarakat diharapkan untuk bijaksana dalam membeli Elpiji,” pungkasnya.(tif)

terkait