Pakde Karwo Terima Penghargaan Top 40 Inovasi Pelayanan Publik

  • Jumat, 25 Agustus 2017 | 22:17
Pakde Karwo Terima Penghargaan Top 40 Inovasi Pelayanan Publik
Pakde Karwo Menerima 3 Trophy TOP 40 Inovasi Pelayanan Publik Dari Menko PMK RI

SOLO, PETISI.COBerbagai inovasi pelayanan publik yang terus dikembangkan Pemprov Jatim membawa Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo kembali menerima penghargaan di tingkat nasional. Kali ini, Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim, menerima penghargaan Top 40 Inovasi Pelayanan Publik. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Menko PMK) Puan Maharani saat membuka Pekan Kerja Nyata (PKN) Revolusi Mental di Stadion Manahan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Jum’at (25/8/2017).

Penghargaan diberikan kepada Pakde Karwo karena tiga program inovasi pelayanan publik yang dikembangkan Pemprov Jatim masuk dalam Top 40 Inovasi Pelayanan Publik. Ketiga inovasi tersebut adalah layanan WARAS (Wisata Arsip Untuk Anak Sekolah), MR SAHDU (Manajemen Resiko Sanggahan dan Pengaduan) Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, serta PLANET KAKAO: Pengelolaan dan Edukasi Terpadu Kakao Melalui Kebun Rakyat Demi Indonesia Daulat Cokelat. Ketiga inovasi ini menjadi bagian dari 40 terbaik dari total 3.054 inovasi pelayanan publik baik dari Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah maupun BUMN/BUMD yang dikompetisikan.

Layanan WARAS sendiri merupakan inovasi dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Prov. Jatim. Inovasi layanan wisata arsip ini diperuntukkan bagi pelajar sekolah dari tingkat SD hingga SMA sederajat. Melalui inovasi ini, Baperpussip ingin mengenalkan dunia kearsipan bagi pelajar yang dikemas dalam aspek edukatif, inspiratif dan kreatif. Layanan ini baru pertama kali dan pertama di Indonesia.

Sementara inovasi MR SAHDU yang digagas oleh UPT Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Prov. Jatim adalah inovasi manajemen resiko, sanggahan dan pengaduan dalam proyek pengadaan barang/jasa yang dipusatkan di UPT P2BJ. Inovasi ini  menggunakan metode dan pendekatan baru dalam menangani keluhan pelanggan. Dengan menggunakan teknologi, segala keluhan, sanggahan dan aduan didistribusikan dalam satu hari kerja dan dijawab maksimal tiga hari kerja sesuai dengan peraturan perundangan.

Sedangkan inovasi PLANET KAKAO yang merupakan kependekan dari pengelolaan dan edukasi terpadu kakao, digagas oleh Dinas Perkebunan Jatim. Ide ini bermula dari terjadinya penurunan produksi kakao  perkebunan besar Jatim, dari 32 ribu ton menjadi 15 ribu ton.  Untuk mengembalikan produksi kakao yang menurun tersebut, maka dilakukan alih teknologi dari perkebunan besar kepada perkebunan rakyat secara terpadu mulai budidaya hingga produk hilir.

Program ini dilakukan secara besar-besaran sejak tahun 2011, dimana setiap tahunnya dikembangkan kakao seluas 5 ribu hektar. Hasilnya saat ini produksi kakao sudah melampaui angka 32 ribu ton. Berkat inovasi Planet Kakao, kini perkebunan bisa menghasilkan kakao sebanyak 36 ribu ton. Jumlah ini telah melampaui produksi kakao Jatim sebelum reformasi.

Motivasi bagi Pemprov Jatim

Mengomentari penghargaan ini, Pakde menyatakan terimakasihnya kepada para pimpinan dan jajaran Pemprov Jatim yang senantiasa berupaya memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Penghargaan ini menjadi semangat dan motivasi bagi Pemprov Jatim untuk terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Saya berharap inovasi-inovasi terus dibuat oleh jajaran Pemprov,” pintanya. Harapan sama juga dilakukan oleh pemkab/kota se-Jatim. Dengan demikian, lanjutnya, masyarakat merasakan kehadiran pemerintah dalam kehidupan sehari-harinya.

Selain Pemprov Jatim, beberapa kab/kota di wilayah Jatim juga menerima penghargaan Top 40 Inovasi Pelayanan Publik. Diantaranya Kab. Banyuwangi melalui inovasi Implementasi E-VB dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Banyuwangi, serta Kab. Sampang melalui inovasi SELEMPANG MERA (Selamatkan Pasien Pasung Melalui Tim Samurai ODGJ) dari UPTD Puskesmas Omben Dinas Kesehatan Kab. Sampang. Selanjutnya, Kab. Pamekasan melalui inovasi SIGAP SRATUS 369 PLUS (Aksi Tanggap Pada Sapi Madura Bunting dan Partus) dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kab. Pamekasan, serta Kota Surabaya melalui inovasi 112 dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya.

Pemerintah Harus Mendorong Pelayanan Publik

Sementara itu dalam sambutannya, Menko PMK Puan Maharani mengatakan, melalui program revolusi mental setiap K/L dan pemerintah daerah diminta untuk menjalankan program yang berorientasi dalam meningkatkan pelayanan publik. Menurutnya, pemerintah harus mendorong peningkatan pelayanan publik yang simpatik, ramah, tepat prosedur, tepat waktu dan memuaskan rakyat.

Kepada 40 penerima penghargaan Top 40 Inovasi Pelayanan Publik ini, Puan menyampaikan apresiasinya. “Selamat kepada penerima penghargaan, semoga  kerja keras tidak berhenti disini,” katanya.

Turut hadir dalam acara ini Menteri Dalam Negeri, Menkopolhukam, Menko Bidang Perekonomian, Menteri Kesehatan, Menteri Kehutanan, dan Menpan RB. Serta 11 Gubernur dari 34 provinsi dan 55 bupati/walikota dari seluruh Indonesia. (cah/dewi)

 

bagikan :

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional