Petisi
Banjir yang terjadi di wilayah Sutojayan Blitar
PERISTIWA

Pelaksana Proyek Ceroboh, Wilayah Sutojayan Blitar Banjir

BLITAR, PETISI.CO – Kembali banjir melanda di dua desa di Kecamatan Sutojayan, akibat hujan deras seharian penuh pada Kamis (17/1/2019 ). Air setinggi lutut orang dewasa sempat merendam puluhan hektar area persawahan warga Desa Bacem dan Sutojayan, aliran Kali Unut di Kecamatan Sutojayan kembali meluber saat hujan deras.

Banjir itu lantaran tangkis Kali Unut jebol, karena tidak mampu menahan debet air yang sangat besar. Jebolnya tanggkis tersebut dari pantauan media ini gara-gara tanah bekas galian pengerukan normalisasi yang saat ini tengah berlangsung menutupi anak sungai Kali Unut.

Menurut Sugeng Kepala Kelurahan Sutojayan saat dikonfirmasi, membenarkan kalau banjir yang terjadi Kamis (17/1/2019) lantaran air yang meluber di Kali Kedut Unut. Air yang semestinya berjalan normal, namun karena anak sungai yang tertutup tumpukan material pengerukan kali Unut, sehingga membuat tangkis jebol tak mampu menahan air.

Sudarmono (35), warga lingkungan Gondanglegi Kelurahan Sutojayan menagatakan, hujan yang terjadi sekitar pukul 10.00 siang hingga sore itu, selang beberapoa lama kemudian ia melihat luapan air dari arah timur, makin lama makin banyak. Dan sore hari sekitar jam 16.00 air sudah mencapai ketinggian hampir satu meter .

Selanjutnya Sudar pun keheranan, padahal pemerintah sedang melakukan normalisasi untuk mencegah terjadi nya banjir.

”Saya tidak mengira bakal terjadi banjir di daerah kami, karena sungai sudah dikeruk, ternyata setelah saya tahu tangkis yang pernah dibangun swadaya masarakat ini jebol karena anak sungai kali Unut ketutup tanah,“ katanya.

Banjir terjadi sejak Kamis (17/1/2019) malam, hingga Jumat (18/1/2019) siang, air masih nampak menggenangi permukiman warga. Salah-satu warga mengaku, dini hari ketinggian air yang masuk ke dalam rumah sempat mencapai satu meter.

“Banjir ini terjadi setiap tahun. Tapi kayaknya ini lebih parah,” ujar Dedi Ardi Sandi, warga Sutojayan, Jumat (18/1/2019).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar Heru Irawan kepada sejumlah awak media membenarkan kejadian  banjir di wilayah Kecamatan Sutojayan, tahun ini karena adanya material proyek normalisasi di Kali Unut yang belum dipinggirkan.

Sehingga membuat air meluber dan menggenangi permukiman saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

“Sekarang memang sungai di Sutojayan kan sedang dalam proses normalisasi. Ada beberapa material yang belum sempat dipindahkan, sehingga membuat aliran air saat hujan tersumbat dan meluber mengakibatkan banjir,” katanya.

Ini akibat human eror pelaksana, untuk itu pihaknya mendesak rekanan yang mengerjakan proyek normalisasi untuk segera memindahkan material penyumbat, agar air aliran di proyek normalisasi yang sempat ditinjau Persiden Joko Widodo itu tak kembali meluber.

“Sekarang kondisi air sudah surut. Namun kalau tidak segera dibersihkan ya bisa jadi nanti kalau hujan, air meluber lagi. Ini berbahaya, untuk itu saya memang mendesak rekanan yang mengerjakan proyek segera memindahkan material,” tegasnya.

Meskipun tidak ada korban jiwa namun karena banjir bandang kemarin itu sempat menelan kerugian puluhan juta rupiah,karena puluhan hectare sawah yang baru ditanami padi rusak diterjang banjir,hal ini seharus nya tidak boleh terjadi akibat kecerobohan pelaksana proyek normalisai berdampak negative bagi masarakat .

Selain merendam sawah dan pemukiman penduduk jalan besar penghubung dua wilayah Jelurahan Sutojayan dengan Ngeni Kecamatan Wonotirto juga sempat terganggu,ruas jalan sepanjang 500 meter sempat tergenang air setinggi lutut orang dewasa ini sempat membuat arus lalulintas terganggu.(muhaimin)

 

terkait