Pemerintah Pusat Benahi Industri Garam

  • Rabu, 30 Agustus 2017 | 18:15
Pemerintah Pusat Benahi Industri Garam
Wagub Saifullah Yusuf saat mendampingi Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan melakukan kunjungan kerja di PT. Garam (Persero) di Kalianget Kabupaten Sumenep..

SUMENEP, PETISI.CO – Wakil Gubernur Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf menyambut baik good will (niat baik) dari pemerintah pusat untuk melakukan langkah progresif dalam rangka meningkatkan produksi garam dalam negeri sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petaninya. Dimana, pemerintah pusat akan membenahi industri garam melalui sistem teknologi yang lebih modern sehingga proses industri lebih efisien dan keuntungan lebih tinggi.

Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi kunjungan kerja/kunker Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Panjaitan di PT. Garam (Persero) Kalianget, Kab. Sumenep, Rabu (30/8).

Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Jatim mengatakan, selain membenahi industri garam, pemerintah pusat juga berupaya untuk menaikkan Harga Pokok Penjualan (HPP) garam di petani.

“Ini yang harus disambut baik tidak hanya oleh pemerintah daerah tapi juga petani garam, asalkan petani garam bisa mengubah mindset pasti keuntungannya akan lebih besar dari sebelumnya,” katanya.

Langkah ini, lanjut Gus Ipul, harus didukung oleh semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan petani. Termasuk usulan dari Menko Maritim untuk membuat koperasi bagi para petani garam.  Menurutnya, keberadaan koperasi ini akan memudahkan pemerintah dalam memberi bantuan bagi para petani.

Dalam kesempatan ini Gus Ipul juga mendukung langkah perubahan yang dilakukan oleh jajaran direksi PT. Garam (Persero) untuk memperbaiki industri garam. “Mari kita berubah, sudah cukup lama kita menunggu masalah garam tanah air bisa swasembada dan yang terpenting petaninya makin sejahtera,” katanya sembari menambahkan bahwa langkah ini konkret dan nyata untuk mewujudkan swasembada garam 2019.

Ditambahkannya, produksi garam di Provinsi Jatim terdapat di beberapa kab/kota seperti Kab. Tuban, Kab. Lamongan, Kab. Pasuruan, Kota Pasuruan dan Kab. Gresik. Serta Kab. Probolinggo, Kab. Sidoarjo, Kota Surabaya dan 4 kabupaten di Pulau Madura. Luas lahan garam di 12  kab/kota tersebut sekitar 11.593,60 hektar dengan produksi sekitar 9.037 ton.

Sementara produksi garam di Jatim pada Tahun 2015 mencapai 1.603.909,44 ton, Tahun 2016 mencapai 123.873,59 ton dan Tahun 2017 sampai minggu ketiga bulan Agustus ini mencapai 9.037,29 ton. Kebutuhan garam konsumsi di Jatim pada tahun 2015 mencapai 149.413,70 ton, Tahun 2016 mencapai 150.289,05 ton dan Tahun 2017 sampai dengan bulan Agustus mencapai 100.751,21 ton.

Sementara itu Menko Maritim Luhut B. Panjaitan mengatakan, kunjungan kerja ini merupakan instruksi dari Presiden Joko Widodo untuk membenahi industri garam di Indonesia. “Kami diminta untuk melihat langsung di lapangan kenapa bertahun-tahun kita impor garam dan petani masih menderita, karena Presiden ingin jangan sampai petani garam dirugikan,” kata Luhut.

Luhut mengatakan, pemerintah akan serius menangani masalah garam ini secara professional. Salah satunya dengan menyiapkan infrastruktur untuk industri garam, yakni penyediaan air tua. Manfaat lainnya, air tersebut bisa digunakan untuk mengembangbiakkan ikan bandeng dan artemia. “Nantinya air tua akan disiapkan oleh pemerintah dengan kualitas bagus dengan kadar NaCl di atas 97 persen,” katanya.

Selain itu, Luhut juga meminta agar para petani garam dibuatkan wadah semacam koperasi untuk memudahkan koordinasi dan penyaluran bantuan dari pemerintah. Caranya, membuat koperasi yang beranggotakan petani garam setiap 100 hektar. Langkah ini juga dilakukan untuk menurunkan biaya produksi.

Langkah lainnya, lanjut Luhut, pemerintah sedang melakukan studi yang melibatkan berbagai pihak seperti PT Garam (Persero) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Studi ini salah satunya akan melihat struktur biaya produksi garam. “Kami ingin biaya rendah dan supply demand terpenuhi. Untuk itu produksi harus cukup,” katanya.

Di akhir, Luhut meminta dukungan semua pihak termasuk para petani agar program pemerintah pusat ini berjalan dengan lancar. “Kita harus bekerja satu tim karena semua yang kami lakukan adalah untuk kepentingan rakyat,” pungkasnya.

Kunjungan Menko Maritim ke Sumenep ini merupakan bagian dari kunkernya selama sehari ke Pulau Madura. Sebelumnya, Menko Luhut dan rombongan berkunjung ke Ponpes Nurul Kholil dan Ponpes Syaikhona Muhammad Kholil di Kab. Bangkalan. (cah/dewi)

bagikan :

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional