Surabaya, petisi.co – Sebanyak 972 lulusan program diploma, sarjana, magister, dan doktor Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) diwisuda di Dyandra Convention Center Surabaya, Minggu (26/04). Acara dipimpin rektor Prof. Dr. Siti Marwiyah, SH, MH dihadiri orang tua lulusan, dosen, pimpinan Yayasan Pendidikan Cendekia Utama (YPCU, badan hukum penyelenggara Unitomo), serta undangan dari kalangan instansi pemerintah, dunia usaha dan industri mitra yang selama ini menjalin kerjasama dengan Unitomo.
Para lulusan yang diwisuda berasal dari 8 fakultas. Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) program studi (prodi) S1 Administrasi Bisnis 41 orang, S1 Administrasi Publik 110 orang, dan S2 Magister Ilmu Administrasi 40 orang. Fakultas Teknologi Pangan dan Perikanan (FTPP) prodi S1 Teknologi Pangan 38 orang, S1 Budidaya Perairan 44 orang, S1 Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan 25 orang, dan S1 Agrobisnis Perikanan 3 orang.

Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra (FIPS) prodi S1 Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia 12 orang, prodi S1 Sastra Inggris 14 orang, dan S1 Sastra Jepang 6 orang. S2 Magister Pendidikan Bahasa Indonesia 6 orang, dan S2 Magister Teknologi Pendidikan 66 orang. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) prodi S1 Ekonomi Pembangunan 2 orang, S1 Manajemen 87 orang, S1
Akuntansi 19 orang, S2 Magister Manajemen 68 orang, dan S3 Doktor Manajemen 6 orang. Fakultas Teknik (FT) prodi S1 Teknik Sipil 13 orang, S1 Teknik Informatika 42 orang, dan S1 Teknik Geomatika 9 orang. Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) prodi S1 Ilmu Komunikasi 80 orang, dan S2 Magister Ilmu Komunikasi 28 orang. Fakutas Hukum (FH) prodi S1 Ilmu Hukum 105, dan S2 Magister Ilmu Hukum 92 orang. Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) prodi D3 Teknologi Bank Darah 15 orang.

Dalam sambutannya, Rektor yang akrab disapa Iyat ini menekankan bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah hanyalah sebagian kecil dari kebutuhan dunia kerja yang sesungguhnya. Ia mendorong para wisudawan untuk terus menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik S2 maupun S3, terutama dengan tersedianya fasilitas program pascasarjana di Unitomo.
“Ilmu di kampus hanyalah sebagian kecil dari apa yang dibutuhkan untuk eksis di masyarakat. Teruslah belajar selama hayat dikandung badan. Bagi lulusan S1 silakan lanjut S2, dan yang S2 lanjut ke S3. Di Unitomo sudah tersedia, jadi tidak perlu jauh-jauh,” ujar rektor wanita pertama Unitomo tersebut.

Pesan senada disampaikan Kepala L2Dikti Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, SE, MM. Ia mengapresiasi komitmen Unitomo dalam meningkatkan mutu Tri Dharma Perguruan Tinggi dan mengingatkan lulusan agar tidak sekadar berorientasi menjadi pegawai.
“Jangan batasi diri hanya mencari kerja. Saya berharap lulusan ini mampu mencetak lapangan kerja baru, apalagi sekarang didukung kemajuan teknologi informasi yang sangat pesat,” kata Dyah.
Sejalan dengan hal itu, Direktur Kelembagaan Kemendiktisaintek RI, Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.TP., M.M., yang turut hadir memberikan apresiasi terhadap kualitas lulusan. Ia menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menjaga standar mutu di era kompetisi global.
“Perguruan tinggi harus terus berinovasi dalam memperkuat kelembagaan agar mampu menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing tinggi. Kami mengapresiasi Unitomo yang tetap konsisten menjaga mutu pendidikan tinggi sehingga lulusannya siap berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional di era transformasi digital ini,” tegas Prof. Najib.
Siti Marwiyah menjelaskan bahwa lulusan tahun ini berada dalam momentum sejarah bonus demografi Indonesia. Mengacu pada data BPS 2025, usia produktif Indonesia mencapai 199 juta jiwa. Menurutnya, kondisi ini merupakan peluang sekaligus ancaman jika tidak dikelola dengan tepat, terutama saat negara lain menghadapi fenomena aging population (penuaan penduduk).
“Jika bonus demografi adalah peluang bangsa, maka Unitomo adalah salah satu ibu yang melahirkan masa depan itu. Bangsa ini membutuhkan orang yang pintar menggunakan peluang dan berani mengambil risiko,” tegasnya.
Unitomo saat ini memiliki sekitar 7.000 mahasiswa aktif dengan tren pertumbuhan yang positif di tengah penurunan penerimaan mahasiswa nasional. Untuk menjaga relevansi lulusan, pihak kampus telah melakukan langkah strategis seperti penguatan kompetensi berbasis sertifikasi profesi dan sinkronisasi kurikulum dengan isu strategis nasional seperti ketahanan pangan dan transformasi ekonomi.
Berdasarkan data Pusat Karier dan Tracer Study (PKTS) Unitomo, saat ini 87% lulusan berhasil mendapatkan pekerjaan dalam waktu kurang dari enam bulan. Namun, Siti Marwiyah menegaskan target yang lebih ambisius ke depan.
“Target kami, mayoritas lulusan Unitomo harus terserap kerja dalam waktu kurang dari satu bulan. Ini adalah komitmen institusi kami,” imbuhnya.
Wisuda kali ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting yang menjadi bagian dari lulusan, di antaranya Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana dan Ketua DPRD Bondowoso Achmad Dhafir, hingga “Polisi Belajar Baik” – Purnomo. Kehadiran para tokoh dan pejabat publik ini dinilai sebagai bukti kepercayaan terhadap Unitomo dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). (cah)







