Surabaya, petisi.co – Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Jawa Timur menyelenggarakan Pelantikan pengurus Periode 2025–2029 yang dirangkaikan dengan Seminar nasional bertemakan “Memperkuat Peran Strategis Ilmu Komunikasi dalam Peta Jalan Pembangunan Jawa Timur”.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin membuka secara resmi acara yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang tersebut, Sabtu 14 Februari 2026.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak dalam sambutannya yang diwakili Kadis Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi menyampaikan komunikasi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur fisik, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang efektif.
“Jalan bisa kita bangun dengan beton, tapi kepercayaan publik hanya bisa dibangun dengan komunikasi. Itu menunjukkan bagaimana komunikasi memegang peranan utama, maka saya sampaikan terima kasih kepada ASPIKOM yang telah bersama-sama menjaga ruang komunikasi Jawa Timur,” ucap Sherlita dalam rilis tertulis yang dibagikan ke awak media, Minggu (15/2/2026).
Dalam kesempatan itu, Sherlita juga menegaskan dukungan pemerintah provinsi terhadap penguatan ilmu komunikasi sebagai pilar transformasi digital dan informasi di Jawa Timur.
“Ilmu komunikasi punya peran krusial dalam menyosialisasikan kebijakan Diktisaintek, literasi digital, hingga pengelolaan informasi publik yang akurat dan inklusif. Kami siap berkolaborasi dengan ASPIKOM Jatim untuk program bersama,” tegasnya.
Ketua ASPIKOM Pusat, Prof. Anang Sujoko yang juga hadir dalam acara itu, turut menyampaikan harapan agar kepengurusan baru mampu mendorong perguruan tinggi untuk menegaskan karakteristik keilmuannya masing-masing. Karakter tersebut dinilai penting agar kontribusi akademisi Ilmu Komunikasi dapat lebih terarah dan relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
“Kami berharap ASPIKOM Jawa Timur dapat menginisiasi program yang mendorong setiap universitas menegaskan karakteristik keilmuannya. Karakteristik tersebut kemudian dipromosikan kepada pemerintah daerah, sehingga keunikan masing-masing kampus dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengembangkan potensi daerah,” pintanya.
Lebih jauh, Anang menggarisbawahi pertemuan ini sebagai ajang silaturahmi akademik sebagai fondasi penguatan organisasi, sehingga kolaborasi yang terbangun tidak bersifat seremonial, melainkan berkelanjutan.
“Forum ini diharapkan dapat menjadi titik awal penyusunan program kerja yang terstruktur dan terukur untuk lima tahun mendatang,” tambah Anang.
Sementara itu Ketua terpilih ASPIKOM Jawa Timur, periode 2025-2029 yang juga dosen prodi Ilmu Komunikasi UNESA, Awang Dharmawan, menjelaskan kegiatan ini bisa menjadi momentum penguatan jejaring dan komitmen kolektif dosen ilmu komunikasi se-Jawa Timur. Ia menyebutkan interaksi lintas kampus dinilai penting untuk memperkaya perspektif dan berbagi praktik baik dalam pengelolaan program studi komunikasi.
“Sebanyak 32 perguruan tinggi dan sekitar 80 dosen hadir dalam forum pelantikan dan seminar nasional ASPIKOM Jatim. Pertemuan ini merupakan wadah untuk peningkatan insight mengenai tantangan pendidikan tinggi komunikasi, mulai dari transformasi digital, tuntutan akreditasi, hingga penguatan laboratorium dan riset kolaboratif,” tandas Awang.
Selain prosesi pelantikan dan seminar nasional, kegiatan diisi dengan pembacaan ikrar kepengurusan, diskusi akademik, sidang pleno penyusunan program kerja serta sesi ramah tamah yang mempererat relasi antaranggota.
Melalui struktur dan departemen yang terbentuk, ASPIKOM Jawa Timur berupaya terus menginisiasi dan menjaga kontinyuitas penguatan penjaminan mutu, dan pembaruan kurikulum adaptif terhadap kebijakan Diktisaintek menjadi prioritas utama. Selain itu, kolaborasi riset antarperguruan tinggi dan pengabdian masyarakat berbasis kebutuhan lokal akan diperluas.
Struktur organisasi terdiri dari Badan Pengurus Harian, Dewan Pakar lima bidang, serta enam departemen strategis dirancang untuk memastikan implementasi program berjalan sistematis. Dalam pertemuan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman dengan Intrans Publishing sebagai langkah konkret mendukung produktivitas akademik dosen anggota.
“Melalui konsolidasi ini, ASPIKOM Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem pendidikan ilmu komunikasi yang adaptif, kolaboratif, dan berdampak optimal , khususnya bagi perkembangan ASPIKOM, serta sebagai bentuk dukungan untuk pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya. (luk)






