Petisi
Massa dari ormas Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) menggelar aksi Bela Rohingya di depan Kedubes Myanmar
PERISTIWA

Bang Japar Gelar Aksi Keprihatinan untuk Rohingnya di Kedubes Myanmar

JAKARTA, PETISI.CO – Puluhan massa dari ormas Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) menggelar aksi Bela Rohingya di depan Kedubes Myanmar. Dalam aksinya, massa mengutuk genosida (kejahatan kemanusiaan ) terhadap warga Rohingya.

Aksi tersebut dipimpin Sekjen Bang Japar, H Eka Jaya. Pasalnya, Ketua Umum Bang Japar, Hj. Fahira Idris SE MH berhalangan hadir di tengah aksi tersebut.

Menurut Eka Jaya usai bertemu perwakilan Dubes Myanmar, dirinya menyampaikan tuntutan agar pemerintahannya segera menghentikan pembantaian terhadap etnis Rohingya dan mengakui kewarganegaraannya. Pihaknya juga meminta jaminan keamanan untuk semua  warga Rohingya.

“Pertanyaan kita, kenapa sampai ada pembantaian terhadap suku Rohingya? Jawaban mereka adalah membasmi teroris, karena teroris itu sudah masuk ke kampung-kampung,” papar Eka.

Eka Jaya juga menyayangkan tindakan keji warga Myanmar yang beragama Budha.

“Dan ada pertanyaan kita yang lebih mendasar adalah kenapa orang-orang beragama Buddha ikut membantai? Ada apa ? Sementara di Indonesia ini orang Buddha hidup tenang, aman dan nyaman tidak pernah kita ganggu,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan tuntutan saat orasi, agar negara-negara ASEAN bertindak tegas kepada pemerintah Myanmar. Mereka juga meminta dewan keamanan PBB untuk mengeluarkan resolusi terhadap kejahatan kemanusiaan dan mendesak pengadilan HAM untuk mengadili pemerintah Myanmar.

Massa dari ormas Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) menggelar aksi Bela Rohingya di depan Kedubes Myanmar

Bang Japar juga meminta pemerintah Indonesia untuk mengusir duta besar Myanmar dan memutuskan hubungan Diplomatiknya.

Menurut Eka, pertemuan dengan pihak kedubes Myanmar kali ini berakhir deadlock. Pasalnya, pihak Myanmar merasa apa yang dilakukannya semata-mata untuk melawan terorisme. “Namun saya katakan kepada mereka untuk lihat di medsos. Mereka membantai anak-anak kecil yang tidak tahu apa-apa. Seolah-olah seorang anak bernama Aisyah binti Abu Bakar berumur 5 tahun langsung dipenggal,” ujar Eka.

Dirinya berjanji, akan berkoordinasi dengan seluruh ormas Islam untuk mendatangi DPR dan meminta parlemen mendesak pemerintah memutus hubungan diplomatik dengan Myanmar. (sdk/dew)

 

terkait

Komunitas Genpi Unitomo Dilantik

redaksi

611 Peserta Ikuti Pameran Inovasi Berbasis Teknologi I3E

redaksi

Gandeng Guru Besar, MAN 1 Lamongan Launching Jurnal Ilmiah

redaksi