Malang, petisi.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bergerak cepat dalam rangka percepatan pemulihan kondisi sosial ekonomi masyarakat dampak banjir di Desa Sitiarjo di wilayah Kecamatan Sumbermanjing wetan (Sumawe) Kabupaten Malang pada Sabtu lalu menyisakan lumpur dan batu akibat dampak banjir.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang turut hadir dalam penanganan bencana banjir Sitiarjo Sumawe dengan menyediakan obat-obatan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak banjir.
Plt. Kadinkes Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang drg. Ivan Drie M.MRS saat mendampingi Bupati H. Sanusi di lokasi terdampak banjir, Minggu (21/9/2025) menyampaikan, “Terkait dengan bencana banjir itu, Dinkes mengantisipasi kesiagaan dengan korban, Alhamdulillah karena banjir tidak dalam waktu yang lama, kurang lebih satu hari sudah surut, itu tidak terdampak pada kesehatan, tapi terkait dengan kesiapan logistik obat, Alhamdulillah sudah tercukupi dan apabila nanti kurang akan disuport dari farmasi,” tegasnya.
Sementara itu lanjutnya, “Keterangan dari BMKG siklus seperti ini akan terjadi, perkiraannya sepuluh hari sekali, dengan kondisi cuaca yang seperti sekarang ini, dan disini fungsi Dinkes adalah untuk kewaspadaan terhadap akibat dari banjir tersebut, tidak di Desa Sitiarjo saja ya tetapi di daerah-daerah Puskesmas yang terdampak karena dekat dengan laut atau sungai besar itu juga kita antisipasi,” cetus Ivan Drie.
Di tempat yang sama, Bupati H Sanusi saat meninjau di lokasi terdampak banjir di Desa Sitiarjo, disela-sela memberikan bantuan, Minggu (21/9/2025), mengatakan, “Kemarin di sini banjir rumah warga terdampak sudah selesai dibersihkan, ditempat ini merupakan maraknya sungai, kalau di Desa Klepu hujan deras pasti di sini banjir, dan hampir tiap tahun langganan banjir,” cetus Bupati Malang.
Akibat dari banjir tersebut BPBD Pemkab Malang merilis sebanyak 830 KK dan 2.228 jiwa tercarat sebagai terdampak banjir kemarin. Sejumlah bantuan digelontorkan oleh Bupati Sanusi, meliputi paket sembako, kompor, kasur lipat, famili Kids, makanan diapain saji, hingga baju ganti bagi warga terdampak.(clis)







