Kediri Tancap Gas Cetak SDM Global: 96 Lulus Magang Jepang, 41 Kantongi Kontrak

oleh
oleh
Kadisnaker Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, S.Sos saat menyampaikan sambutan di depan peserta pelatda tahap I angkatan ke 388

Kediri, petisi.co – Program magang Jepang kerjasama Kementrian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan International Manpower Japan (IM Japan) bersama Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri, resmi ditutup oleh Sekda Kabupaten Kediri, Dr. M.Solikin, M.A.P di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri untuk melanjutkan ke Pelatnas, Rabu (22/4/2026).

Pelatihan daerah (Pelatda) yang dilaksanakan secara  boarding sejak 18 Februari sampai 24 April 2026 dimaksudkan sebagai seleksi rekrutmen dengan tujuan untuk membentuk peserta yang disiplin, tangguh serta siap secara fisik dan mental sesuai budaya kerja di Jepang.

Sebanyak 96 peserta program pelatihan magang Jepang tahap I angkatan 388 di Kabupaten Kediri dinyatakan lulus, dan 41 di antaranya langsung mengantongi kontrak kerja dengan perusahaan di Jepang.

Program yang digelar selama 70 hari penuh di Balai Latihan Kerja (BLK) Plemahan ini tak sekadar melatih keterampilan teknis, tetapi juga menempa mental dan karakter peserta agar siap bersaing di dunia kerja internasional.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, S.Sos,  menegaskan bahwa program ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan.

“Ini bukan sekadar pelatihan kerja. Kami membentuk karakter. Disiplin, etos kerja, dan kemampuan adaptasi budaya menjadi kunci utama agar mereka bisa bertahan dan sukses di Jepang,” ucapnya dalam sambutan, Rabu (22/4/2026).

Pelatihan berlangsung secara boarding sejak 18 Februari hingga 24 April 2026, dengan kurikulum berlapis. Peserta digembleng mulai dari penguasaan bahasa Jepang dasar, pemahaman budaya kerja, hingga penguatan fisik dan mental.

Tak main-main, seluruh peserta harus melewati evaluasi ketat, mulai dari tes bahasa, fisik, hingga medical check-up. Dari 104 peserta awal, hanya 96 yang mampu bertahan hingga tahap akhir.

Dari jumlah tersebut, 41 peserta telah memastikan langkah mereka ke Negeri Sakura melalui kontrak kerja, sementara sisanya masih menunggu proses penempatan di berbagai sektor industri, yang mencakup sedikitnya 25 bidang pekerjaan.

Perwakilan IM Japan menegaskan bahwa Indonesia masih menjadi tulang punggung program magang di Jepang. Saat ini, sekitar 6.800 peserta asal Indonesia tercatat aktif bekerja di berbagai perusahaan di Jepang.

“Sekitar 70 persen peserta program ini berasal dari Indonesia. Ini bukti nyata bahwa Jepang menaruh kepercayaan besar terhadap kualitas tenaga kerja kita,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Dr. M. Solikin, M.A.P  yang sekaligus menutup pelaksanaan Pelatda mengingatkan bahwa keberhasilan ini harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

“Reputasi tenaga kerja Indonesia sudah baik. Ini harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan. Kuncinya ada pada kesiapan mental, fisik, dan kemampuan beradaptasi,” tandasnya.

Ia juga menegaskan bahwa perjalanan para peserta belum selesai. Setelah pelatihan daerah, mereka masih harus menjalani pelatihan tingkat nasional sebelum benar-benar diberangkatkan ke Jepang.

Pemkab Kediri pun mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Kementerian Tenaga Kerja, IM Japan, lembaga pelatihan, hingga orang tua peserta yang turut mendukung penuh proses ini.

Program magang Jepang ini diharapkan menjadi pintu pembuka bagi generasi muda Kediri untuk meraih pengalaman kerja internasional, sekaligus membawa dampak ekonomi nyata saat mereka kembali ke tanah air. (bam)

No More Posts Available.

No more pages to load.