Banyak Dijumpai di Pasar Tradisional Sidoarjo, Warga Tidak Tahu Isi Minyakita Disunat Produsen

oleh -132 Dilihat
oleh
Masih tinggi peminat, Minyakita di pasar larangan Sidoarjo

Sidoarjo, petisi.co – Minyak goreng merek Minyakita yang ditengarai isi takarannya tidak sesuai label ternyata masih banyak ditemukan beredar di sejumlah pasar tradisional di Sidoarjo. Seperti di pasar larangan, sejumlah konsumen mengaku tak mengetahui jika volume Minyakita telah disunat oleh produsen pengemasnya.

“Waduh, saya tidak tahu soal berita yang beredar kalau minyakita isinya gak sesuai dengan tulisan di kemasannya. Ini tadi saya terlanjur beli 3 botol isi satu literan. Kalau saya kembalikan untuk ditukar minyak goreng merek lain ke penjualnya mana mau?,” tanya Ratih, warga Candi seraya menunjukan barang yang dibelinya, Senin (17/3/2025).

Masyarakat dirugikan, isi tidak sesuai dengan tulisan kemasan Minyakita

Menurut wanita berhijab ini, alasan ia memilih membeli minyakita lantaran harganya selisih lebih murah dibandingkan minyak goreng merek lain.

“Kalau merek lain, harganya kisaran Rp 19.000 hingga Rp 23.500 per liter. Itu minyak goreng kelas menengah bawah. Ada juga minyak goreng kelas atas harganya bisa mencapai Rp 27.000 sampai Rp 32.000 per liter. Makanya saya tadi beli minyakita. Namun kalau isinya tidak sesuai, konsumen jelas dirugikan ini,” ucapnya dengan nada tinggi.

Disinggung soal harga, ia juga membenarkan minyakita yang dijual para pedagang di pasar melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), dari yang telah ditentukan pemerintah.

“Jelas-jelas dibungkus botolnya tertulis produsen CV. Aneka Sawit Sukses Sejahtera harga Rp 15.700 per liter. Namun entahlah apa penyebabnya kok dijual dengan harga Rp 18.000. kecewa saya. Sebab pedagangnya kalau ditanyain soal ini emosi,” ungkapnya sambil berlalu.

Sementara itu, sebagian besar pedagang menyebut harga kulakan dari distributor atau agen sudah tinggi, sehingga tidak mungkin dijual sesuai HET yang tertera pada kemasan barang.

“Bulan lalu hargae kulakan masih Rp 180.000 per dos isi 12 botol. Awal Maret kemarin kulakannya sudah mahal Rp 205.000, jatuhnya per liter atau satu botolnya Rp 17.083. masak harus dijual ngikutin tulisan di botol itu. Seng genah ae sampeyan (yang benar aja kamu),” tutur Umi, salah seorang pedagang sambil menunjukan hitungan kalkulator.

Terkait isi yang tidak sesuai dengan tulisan pada label kemasan, pedagang tidak mau tahu dan tak ingin berkomentar lebih jauh.

“Tukue (belinya) minyak goreng botol wes (sudah) segelan. Gak mungkin pedagang berani ngurangi isinya. Teko pabrike (dari pabrik) aslinya ya seperti itu, pedagang gak mau tahu,” tandas pedagang berusia 65 tahun ini.

Seperti ramai diberitakan sebelumnya, pemerintah telah mengumumkan daftar nama 7 perusahaan pengemas minyakita yang diduga melakukan kecurangan dengan mengurangi isi takaran dari seharusnya 1 liter diketahui volume hanya 700 ml.

Ketujuh perusahaan itu, antara lain: CV. Briva Jaya Mandiri (Ponorogo), CV Bintang Nanggala (Kudus), KP Nusantara (Kudus), UD Jaya Abadi (Surabaya), CV Aneka Sawit Sukses Sejahtera (Surabaya), CV Mega Setia (Gresik), dan PT Mahesi Agri Karya (Surabaya). (luk)

No More Posts Available.

No more pages to load.