PETISI.CO
Sosialisasi bagi penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro tahun 2021 di ruang Praja Mukti Pemkab Tulungagung, Rabu (7/4/2021).
PERISTIWA

Belum Terdaftar Tahun 2020, Calon Penerima BPUM di Tulungagung Diprioritaskan April 2021

TULUNGAGUNG, PETISI.CODinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskop UM) Kabupaten Tulungagung mengadakan sosialisasi bagi penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahun 2021 di ruang Praja Mukti Pemkab Tulungagung, Rabu (7/4/2021).

Sosialisasi yang terbagi 3 angkatan ini dengan mengundang dan melibatkan seluruh Kades serta pihak Kecamatan se Kabupaten Tulungagung, dengan harapan sosialisasi terkait penerima BPUM tahun 2021 bisa tersampaikan hingga ke tingkat bawah.

Sosialisasi ini sebagai tindak lanjut program pemerintah pusat berupa BPUM dan berdasarkan surat kementerian Koperasi dan UKM RI pada 23 Maret 2021 bahwa sosialisasi penerima BPUM sudah bisa dilaksanakan di kabupaten atau kota.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Diskop dan Usaha Mikro, Slamet Sunarto usai memberikan paparan kepada peserta hadir di acara sosialisasi tersebut.

Baca Juga :  Polsek Sinjai Selatan Patroli Balap Liar

Selanjutnya, Slamet Sunarto menyampaikan secara garis besar yang membedakan tahun 2020 dengan tahun 2021 ini diantaranya mulai dari lembaga pengusul hingga besaran nilai yang akan diterima oleh penerima BPUM.

“Secara garis besar yang membedakan adalah kalau dari tahun 2020 yang mengusulkan itu dari dinas yang membidangi koperasi dan usaha mikro di kabupaten kota koperasi yang berbadan hukum kementerian dan lembaga serta BUMN,” tuturnya.

Sedangkan pengusul tahun 2021 ini yang menjadi lembaga pengusul itu adalah hanya Dinas Koperasi dan usaha mikro kabupaten atau kota.

Lanjutnya, target penerima BPUM tahun 2020 sebanyak 12 juta penerima dengan bantuan senilai Rp. 2,4 juta per penerima. Selanjutnya, tahun 2021 dengan target 12,8 juta penerima dengan senilai Rp.1,2 juta per penerima.

Baca Juga :  Anggota Polsek Alla Sampaikan Pesan Kambtibmas di Pasar Sentral Sudu    

“Adapun untuk persyaratannya sama sepertinya dengan kemarin, hanya (saja) kayaknya (tahun ini) pemerintah lebih menekankan dari hasil evaluasi yang diperoleh tahun 2020,” imbuhnya.

Dikatakannya, untuk tahun 2020 dalam form lampiran hanya tertera bidang usaha saja. “Nah, sekarang (2021) itu harus lengkap alamat bidang usaha itu. Mulai RT RW Kecamatan Kabupaten sampai Provinsi,” tuturnya.

Dengan begitu, masih kata Slamet Sunarto, maka pemerintah memang berorientasi bahwa bantuan usaha mikro ini orientasinya untuk pemulihan di masa pandemi covid-19 ini. “Dengan harapan pemulihan ekonomi nasional bisa tumbuh signifikan,” jelasnya.

Slamet Sunarto menegaskan, bulan April 2021 ini diprioritaskan bagi calon penerima BPUM yang belum terdaftar di data yang tercatat di Diskop dan UM Tulungagung pada tahun 2020. “Data kami (ada) 84.935 (pelaku usaha mikro). Harapannya, di luar itu semua bisa diakomodir (pada) bulan April,” tegasnya.

Baca Juga :  Kabupaten Mojokerto Jadi Zona Merah Lagi, Satukan Komitmen Disiplin Protokol Kesehatan

Menurutnya, setelah calon penerima baru itu masuk target data bulan April 2021 pihaknya akan melaporkan ke Provinsi Jatim selaku pengkoordinir. “Sehingga provinsi bisa menganalisa, kalau memang (penerima bantuan) baru berarti memang layak menerima,” terangnya.

“Nah dengan diterimanya nanti bantuan ini, harapannya memang bisa dialokasikan untuk usaha mikro yang ditangani masing-masing penerima calon. Sehingga dengan adanya usaha mikro, yang mendapat bantuan ini bisa sedikit banyak bisa menggerakkan roda perekonomian Kabupaten Tulungagung secara signifikan,” pungkasnya. (par)

terkait

Di Tengah Pandemi Covid-19, PTPN X Optimis Sektor Tembakau Meningkat

redaksi

Babinsa Koramil 0815/ 15 Jatirejo Dampingi Petani Pengolahan Lahan Siap Tanam

redaksi

NasDem Bali Berangkatkan 5000 Kader Ikut Aksi 4 Desember di Jakarta

redaksi
Open

Close