Bentuk Pasar Tangguh, Gunakan Nampan Sebagai Sarana Pembayaran

oleh -295 Dilihat
oleh
Pedagang dan pembeli di salah satu pasar melakukan transaksi menggunakan nampan. (foto : ist)

SURABAYA, PETISI.CO – Konsep pasar tangguh yang telah ditanamkan oleh Pemkot Surabaya untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19 di area pasar, kini tengah diaplikasikan dengan cara membagikan 10 ribu nampan gratis kepada para pedagang.

Pembagian nampan tersebut dilakukan di 67 pasar di bawah pengelolaan PD Pasar Surya. Fungsi dari nampan itu sebagai media pembayaran, dimana setiap uang pembayaran atau kembalian akan diletakkan tempat tersebut.

Selain itu, konsep penggunaan nampan dimaksukan untuk meminimalisir kontak fisik secara langsung saat melakukan transaksi antara pedagang dan pembeli.

“Jadi nampan pembayaran itu sudah diterapkan, dan itu ide dari Ibu Wali Kota. Pembayaran melalui nampan itu wajib diterapkan oleh pedagang. Nah, nanti misalnya yang dapat nampan itu hilang, ya harus membeli lagi dan itu harus dilakukan,” kata Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro di Balai Kota Surabaya, Minggu (14/06/2020).

Selain nampan, pihaknya juga melengkapi setiap lapak pedagang daging dan ikan dengan tirai plastik. Hal itu dilakukan untuk melindungi pembeli dari cipratan air.

“Nah ini yang harus diantisipasi. Sehingga harus ada tirai berupa plastik itu, untuk membatasi agar cipratan-cipratan tersebut tidak menempel ke mana-mana, agar tidak sampai nyiprati ke pembeli,” jelasnya.

Saat ini, pihak Pemkot Surabaya juga melakukan sosialisasi perihal protokol kesehatan di pasar-pasar, diantaranya Pasar Genteng Baru dan Pasar Tambak Rejo.

“Kayak penjual daging itu dikasih tirai semuanya. Jadi sudah ada di Pasar Genteng Baru mulai kemarin, terus yang di Pasar Tambahrejo sedang dikerjakan,” ungkapnya.

Rencananya, Pasar Tangguh ini tak hanya diterapkan di 67 pasar yang dikelola oleh PD Pasar Surya saja. Namun, akan menyasar juga di pasar krempyeng yang dikelola oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK).

Nah, agar skema pasar tangguh bisa diaplikasikan di pasar krempyeng, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP, kecamatan, dan Bagian Pemerintahan untuk dilakukan penataan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satpol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto menerangkan, total 101 pasar krempyeng di Kota Surabaya, 49 diantaranya sudah dilakukan penataan dengan melibatkan pengurus RT/RW dan LPMK.

Protokol kesehatan pun juga tak dilepaskan dalam unsur penataan pasar krempyeng ini dan mewajibkan setiap pedagang dan pembeli menggunakan masker.

“Kalau phsycal distancing di dalam pasar tak mencukupi dan pedagang lebih, maka kita tata di jalan. Tapi kalau misalnya jalan itu pukul 06.00 WIB dipakai, maka sebelum pukul 06.00 WIB, jalan harus bersih. Nah, itu yang kita lakukan,” kata Eddy.

Namun demikian, Eddy menyatakan, sejauh ini pihaknya memastikan akan memaksimalkan penataan di dalam pasar sebelum memanfaatkan badan jalan. Bahkan, etika perilaku agar tidak menerima uang secara langsung juga dilakukan dengan memanfaatkan nampan sebagai transaksi penjualan.

Saat ini pihaknya tengah melakukan penaataan di 6 pasar krempyeng, sehingga jika telah selesai berarti sudah ada 55 pasar krempyeng yang ditata. Eddy juga menyadari hal tersebut memang tidak bisa dilakukan sekejap, tetapi ia memastikan pihaknya akan terus bergerak melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pedagang ataupun pembeli.

“Tapi yang jelas pakai masker dan psychal distancingnya dulu. Harapan kita 101 Pasar Krempyeng itu bisa kita tata. Kita sedang menata enam lagi, nanti jumlah 55. Memang harus pelan-pelan bertahap, tapi kita terus bergerak, kita edukasikan,” terangnya.

Mantan Kepala BPB Linmas Kota Surabaya itu berharap, seluruh masyarakat dapat berperan dalam penerapan skema pasar tangguh untuk memutus mata rantai Covid-19, sehingga siklus perekonomian masyarakat bisa berjalan.

“Nanti di Pasar Krempyeng itu juga kita bentuk Pasar Tangguh. Kita pelan-pelan menata, kita harap para penggurus pasar bisa berperan aktif. Namun yang penting adalah para pedagang sadar dulu, disiplin menerapkan protokol kesehatan, baik pedagang maupun pembeli,” tutup Eddy.(nan)

No More Posts Available.

No more pages to load.