Probolinggo, petisi.co – Pemerintah Kabupaten Probolinggo kembali melanjutkan program unggulan bertajuk “Bupati dan Wabup Ngantor di Kecamatan” yang kali ini menyapa masyarakat di wilayah Kecamatan Krucil. Program ini bertujuan mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat dan memperkuat sinergi pembangunan antar wilayah. Kegiatan diawali dengan dialog terbuka di Kantor Kecamatan Krucil. Dilanjutkan dengan peninjauan pameran produk UMKM serta prolanis dan pelayanan puskesmas di Kantor Kecamatan Krucil.
Bupati Probolinggo, Mohammad Haris menyampaikan bahwa kehadiran seluruh unsur pimpinan Pemkab Probolinggo di Kecamatan Krucil bukan sekedar formalitas. Program ini bukan hanya tentang Bupati yang turun ke desa tapi seluruh pemangku kebijakan “ngantor” langsung di kecamatan untuk menyerap aspirasi masyarakat dan menilai langsung kebutuhan riil pembangunan. “Ini bukan kunjungan biasa hari ini seluruh pemimpin daerah secara nyata memindahkan kantor ke Kecamatan Krucil, tidak mungkin kami lakukan ini setiap hari karena kantor pusat akan kosong tapi ini bentuk keseriusan kami,” kata Bupati Haris.
Bupati Haris menambahkan bahwa wilayah Kecamatan Krucil kini tengah menjadi prioritas karena masih menghadapi persoalan berat badan terutama dalam hal kondisi infrastruktur dan akses menuju kawasan wisata strategis. Hal ini karena Kecamatan Krucil ini menduduki juara infrastruktur terparah di Kabupaten Probolinggo. Dalam lam beberapa bulan terakhir pihaknya juga meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menyusun roadmap pembangunan infrastruktur dengan basis survei langsung di lapangan termasuk di Kecamatan Tiris dan Krucil. Tujuannya, agar penyusunan program pembangunan berbasis pada kondisi riil masyarakat.
“Kita tidak bisa hanya duduk di balik meja kalau ingin tahu persoalan jalan harus merasakan sendiri, begitu juga pertanian, pendidikan dan kesehatan semuanya harus disurvei langsung, Salah satu potensi besar Kecamatan Krucil adalah sebagai kawasan agropolitan. Dari 14 desa yang ada, banyak di antaranya merupakan penghasil komoditas unggulan seperti kopi organik, porang dan gula semut serta memiliki potensi wisata alam berupa air terjun dan pemandangan pegunungan yang menawan,” ujarnya.
Bupati Haris berharap program “Ngantor di Kecamatan” ini menjadi sarana untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Probolinggo. “Ini adalah bentuk tanggung jawab kita. Fasilitas yang kita pakai adalah amanah dari rakyat. Kalau kita ingin hidup barokah, jalani amanah ini dengan serius,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Bupati Haris juga meminta para camat agar memahami secara mendalam kondisi wilayahnya, termasuk potensi produksi pangan, angka produksi komoditas unggulan hingga permasalahan dunia pendidikan dan kesehatan.
“Camat harus hafal berapa sekolah, berapa produksi kopi, jumlah air terjun dan akses wisatanya. Semuanya penting untuk menentukan skala prioritas pembangunan ke depan,” tutupnya. (reb)







