Calon Pelatih Puslatda PON Jatim Harus Ikut Fit and Proper Test

oleh -324 Dilihat
oleh
Ketua KONI Jatim M Nabil

Surabaya, petisi.co – KONI Jawa Timur (Jatim) akan segera melaksanakan fit and proper test bagi calon pelatih Puslatda Jatim yang diproyeksikan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Uji kelayakan ini akan digelar di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), 28-31 Juli 2025. “Kegiatan ini diperlukan untuk mencari pelatih terbaik yang mampu melatih dan membawa atlet-atlet Jatim meraih prestasi tertinggi di PON mendatang,” kata Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil dalam siaran persnya, Jumat (25/7).

Menurutnya, kegiatan ini akan ditangani oleh tim Diktar KONI Jatim yang bekerja sama dengan Unesa. Tim Diktar melibatkan guru besar ilmu kepelatihan olahraga dan para praktisi olahraga. “Unesa memiliki tools, kompetensi, dan metodologi untuk menguji calon pelatih Puslatda ini,” tandasnya.

Pelatih yang akan mengikuti seleksi in terdiri atas pelatih eks PON 2024 peraih medali emas dan perak, dua calon pelatih usulan pengprov cabang olahraga, calon pelatih usulan KONI, serta calon pelatih perorangan yang mendaftar dengan bukti prestasi yang pernah dicapai.

Nantinya, akan dipilih pelatih-pelatih terbaik yang akan menangani masing-masing cabang olahraga di Puslatda. “Jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan cabang olahraga. Yang jelas, tidak lebih banyak dari jumlah atlet,” tuturnya.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa dalam proses persiapan nanti, pelatihan akan diperkuat dengan kehadiran pelatih asing. Namun, tidak semua cabang olahraga akan diikutkan dalam fit and proper test kali ini.

KONI Jatim mengambil kebijakan untuk melaksanakan Puslatda hanya untuk cabang-cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan di PON XXII 2028.

Kendati demikian, kebijakan ini belum mencakup semua cabor karena diprioritaskan bagi cabor olimpik dan perorangan. Sementara itu, cabor beregu akan menyusul karena para pemainnya masih berada di klub masing-masing.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jatim, Dudi Harjantoro, menyebut terdapat beberapa kriteria yang akan menjadi fokus penilaian tim penguji. Antara lain, pelatih wajib memiliki sertifikasi minimal tingkat nasional.

Lalu, pengalaman melatih yang dibuktikan dengan prestasi, kondisi jasmani dan rohani yang sehat, serta sikap (attitude) yang baik. “Dan yang paling penting, calon pelatih harus mampu menyusun program latihan jangka pendek, menengah, dan panjang,” jelasnya. (bm)