Demo di Konjen Australia, Aliansi Cinta NKRI Tagih Permintaan Maaf Prabowo

oleh -72 Dilihat
oleh
Aksi sujud dan memanjatkan doa untuk perdamaian di Palestina.
-->

SURABAYA, PETISI.CO – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Cinta NKRI mengecam pernyataan Prabowo Subianto yang dinilai mendukung pemindahan Kantor Duta Besar Australia ke Yerusalem. Kecaman tersebut, disampaikan dalam unjukrasa di depan Konjen Australia, Jalan Ir Soekarno, Surabaya, Jumat (30/11/2018).

Dalam aksinya, mereka melakukan aksi sujud dan memanjatkan doa untuk perdamaian di Palestina. “Sujud tadi sebagai bentuk doa pada umat Islam yang ada di Palestina. Semoga Allah segera memberikan perdamaian dan kemerdekaan warga Palestina,” kata Koordinator aksi, Ahmad Jazuli saat ditemui di sela demonstrasi.

Sebelumnya, aksi ini didasari atas pernyataan Prabowo yang mengatakan jika dirinya menghormati pemindahan Dubes Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem, Palestina. Massa menilai, Prabowo secara tidak langsung mendukung Israel.

Aksi ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan. Sebelumnya, aksi serupa sempat dilakukan pada Rabu (28/11).

Dalam aksi sebelumnya, massa sempat menuntut Prabowo untuk meminta maaf, namun lantaran tak mendengar permintaan maaf tersebut, massa akhirnya datang lagi dan membuat aksi lanjutan.

“Jadi aksi kita kali ini seperti yang pernah kami lakukan kemarin. Kami menyampaikan kalau tidak ada permintaan maaf kepada umat Islam dari Prabowo Subianto, maka akan kami lakukan aksi-aksi yang kedua,” ujarnya.

Pantauan di lokasi, puluhan massa telah memenuhi depan kantor Konjen Australia sejak 09.25 WIB. Tak hanya menyampaikan orasinya, massa juga sempat mengumandangkan selawat.

Dalam demo ini, ada beberapa organisasi yang tergabung. Misalnya saja Santri Milenial, Muslim Milenial Perjuangan hingga DPW IC. Kesemuanya dari beberapa daerah di Jatim seperti Sampang, Bangkalan, Gresik hingga Sidoarjo.

Menurut Jazuli, sebagai seorang manusia, massa memang telah memberikan maaf pada Prabowo. Namun, mereka tak akan melupakan apapun perbuatan Prabowo. Untuk itu, Jazuli mengecam dan mengajak masyarakat untuk tidak memilih Prabowo.

“Sebagai umat Muslim yang moderat kami tidak memaksa apabila Prabowo sebagai salah satu calon Presiden Republik Indonesia tidak melakukan tidak melakukan permintaan maaf kepada umat Islam. Kami sadar bahwasanya Prabowo sering melakukan kesalahan dan itu sudah kita ketahui semuanya,” kata Jazuli.

“Kami pastikan bahwa kami akan bekerja sekuat tenaga bersama umat Islam di Jawa Timur, beserta seluruh elemen masyarakat Jawa Timur untuk mengecam, untuk tidak memilih, untuk mengajak umat Islam tidak memilih Prabowo-Sandi,” jelasnya. (bm)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.