PETISI.CO
Wakil Bupati Bondowoso bersama Kepala Desa Grujugan Kidul usai menerima penghargaan, didampingi Kasi Penyehatan Lingkungan P2PL Dinas Kesehatan Pemprov Jawa Timur, Asisten I Pemkab Bondowoso, dan Sekretaris Dinkes Bondowoso
PEMERINTAHAN

Desa Grujugan Kidul Peringkat Pertama Lomba Desa ODF se-Kabupaten Bondowoso

BONDOWOSO, PETISI.CO – Dalam lomba Desa ODF (Open Defecation Free) atau yang kita kenal dengan Desa Bebas dari Buang Air Besar untuk desa se-Kabupaten Bondowoso, yang diselenggarakan Dinas Kesehatan setempat, akhirnya Desa Grujugan Kidul,  Kecamatan Grujugan menjadi Desa terbaik pertama dari 20 desa yang ikutserta.

Penghargaan untuk pemenang diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat, Jumat (13/12/2019) di Pendopo Kabupaten.

Saat pemberian penghargaan, Wabup didampingi oleh Kasi Penyehatan Lingkungan P2PL Dinas Kesehatan Pemprov Jawa Timur, Edy Basuki, Sekretariat Daerah Asisten I Pemkab Bondowoso, Agung Tri Handono dan Sekretaris Dinas Kesehatan Bondowoso,  Achmad Ghazali.

Kepala Desa Grujugan Kidul, M. Namawi Siddiq yang menerima langsung penghargaan tersebut, menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam menuntaskan masalah klasik, kebiasaan masyarakat membuang air besar sembarangan.

“Terima kasih kepada semua warga,  pihak kecamatan, Polsek, Danramil, komite kesehatan desa, dan kader kesehatan yg telah menghantarkan Desa Grujugan Kidul menjadi pemenang terbaik lomba desa ODF Kabupaten Bondowoso tahun 2019,” ujarnya.

Prestasi dan penghargaan ini, lanjut dia, bukanlah tujuan akhir dari pengabdian, tapi adalah tumpuan awal untuk makin ikhlas dan sungguh-sungguh mengabdi kepada bangsa, negara dan agama.

“Karena masih banyak agenda dan pekerjaan rumah yang perlu dibenahi dan diperjuangkan bersama-sama untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera. Semoga sertifikat dan penghargaan ini barokah, bermanfaat dan menjadi awal yang baik menuju Grujugan Kidul lebih baik,” tandasnya.

Keberhasilan Desa Grujugan Kidul menjadi juara terbaik pertama ini juga mendapat sambutan apresiasi yang cukup tinggi dari ketua Kelompok Masyarakat Sanitasi Aktif (Kera Sakti), Bahrul Munir.

Pria yang akrab dipanggil Bahrul itu, mengatakan bahwa pihaknya sudah lama menduga di desanya akan menjadi juara.

Menurutnya, melihat dari kinerja tim yang sangat kompak dan realita di lapangan, Desa Grujugan Kidul memang layak mendapatkannya.

“Lama sudah kuduga Desa ini  akan menjadi juara, mereka sangat luar biasa kompak dan bersemangat demi menuju Desa Grujugan Kidul bersih dan sehat,” pungkasnya.(tif)

terkait

Akibat Ulah Suporter Bola di Kota Blitar, Kerugian Capai Rp 250 Juta Lebih

redaksi

Bimbingan Penguatan Mental Anak dan Pembinaan Penumbuhan UEP bagi LKSA

redaksi

Pemkot Surabaya Antisipasi Demam Berdarah

redaksi