SURABAYA, PETISI.CO – Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) terancam batal digelar pada 11-20 Oktober di Gedung JX International, Jalan Ahmad Yani, Surabaya. PT Gedung Expo Wira Jatim, selaku pengelola JX Internasional telah membatalkan sewa gedung secara sepihak.
“Kami sudah berkirim surat kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang berisi permohonan maaf karena terpaksa membatalkan PSLI tahun ini, karena ada pembatalan sepihak oleh PT Gedung Expo Wira Jatim sebagai anak perusahaan BUMD PT PWU (Panca Wira Usaha) Jatim,” kata Ketua Sanggar Merah Putih, M Anis kepada wartawan di Surabaya, Rabu (21/8/2019).
Sanggar Merah Putih adalah panitia pelaksana PSLI. Setiap tahun, PSLI diselenggarakan untuk memeriahkan HUT Provinsi Jatim yang jatuh pada 12 Oktober.
Sebanyak 140 orang pelukis direncanakan mengikuti PSLI. Sedianya akan digelar pada 11-20 Oktober di gedung milik Pemprov Jatim itu.
Anis sebagai penyelenggara membeberkan kronologi ketidak profesionalan pengelola gedung JX International. Bulan Juni, pihaknya menerima surat konfirmasi dari PT Gedung Expo yang menyebut bahwa PSLI berlangsung sesuai rencana, yaitu 11-20 Oktober 2019.
“Tanggal itu, memang sesuai dengan booking gedung yang kami lakukan bulan Oktober tahun 2018 lalu. Dalam surat tersebut juga dicantumkan besarnya biaya sewa gedung selama 10 hari yaitu Rp 330 juta, termasuk PPN 10 persen,” ungkapnya.
Tetapi pada 6 Agustus, lanjut dia, salah seorang staf PT Gedung Expo mengirim pesan melalui WhatsApp, memberitahukan kalau PSLI diundurkan menjadi tanggal 18-24 Oktober 2019, karena berkaitan pameran properti dan pameran buku Big Bad Wolf (BBW).
Pada hari itu juga, pengelola gedung mengirim surat kedua yang isinya secara sepihak menggeser jadwal pelaksanaan yang sudah disepakati bersama menjadi tanggal 18-24 Oktober, mengurangi hari pelaksanaan dari 10 hari menjadi 7 hari.
Selain itu, dengan sewenang-wenang pula menaikkan uang sewa dari Rp 330 juta termasuk PPN 10 persen menjadi Rp 770 juta belum termasuk PPN.
“Kesewenang-wenangan inilah yang akhirnya membuat kami mengambil keputusan untuk membatalkan pelaksanaan PSLI tahun ini,” tegasnya.
Untuk mempersiapkan PSLI tahun ini, sebenarnya pihaknya sebagai panitia telah bekerja sejak Januari lalu. Para peserta mendaftar sejak 1 Mei 2019. Saat ini, sebanyak 140 booth atau stand yang disediakan sudah habis dibooking teman-teman pelukis.
“Dengan pembatalan ini, selain kepada Gubernur Jatim, kami tentu juga minta maaf sebesar-besarnya kepada para pelukis yang telah mendaftar, juga kepada para mitra kerja yang telah berkomitmen. Dengan terpaksa hal ini kami lakukan,karena kami tidak mampu menghadapi kesewenangan pihak pengelola gedung,” pungkasnya.
PSLI adalah even reguler tiap tahun yang diikuti oleh sekitar 200 pelukis dari seluruh Indonesia, dan sudah menjadi agenda para seniman tiap tahun. Tahun lalu, 2018, oleh Kementerian Pariwisata RI, even ini dimasukkan ke dalam 100 event nasional, Wonderful Indonesia. PSLI sudah menjadi ikon even kesenian di Jatim.
Berdasarkan sejarah, sebelumnya PSLI berlangsung di gedung dan pelataran Balai Pemuda, Jalan Gubernur Suryo Surabaya. Oleh Pemprov Jatim, even ini diminta untuk dipindahkan ke gedung JX International, karena ketika itu gedung ini belum tersosialisasi dengan baik ke masyarakat, dan sepi pengguna. Karena itulah sejak 2013, pelaksanaan PSLI dipindahkan ke JX International, yang tidak lain milik Pemprov Jatim.
Direktur Utama (Dirut) PT PWU Jatim, Erlangga Satriagung belum bisa dikonformasi. Ketika dihubungi via HP tidak aktif. (bm)





