Diduga Waduk Salah Fungsi, Petani Tuban Buat Sodetan Darurat Atasi Banjir Luapan Sungai Avur

oleh
oleh
Puluhan warga yang berada di area pintu waduk untuk mengawal pembuatan sodetan di samping pintu waduk

Tuban, petisi.co – Ribuan hektar lahan pertanian di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terendam banjir akibat luapan Sungai Avur. Kondisi ini membuat para petani frustrasi karena gagal melakukan tanam awal musim dan terancam mengalami gagal panen.

Banjir yang terjadi diduga akibat tidak berfungsinya Waduk Jabung Ring Dyke sebagaimana mestinya. Waduk yang seharusnya menjadi sarana pengendali banjir dan penampung air saat musim hujan justru mangkrak dan diduga disalahgunakan fungsinya.

Sejumlah petani menyebut, air dari hulu Sungai Avur tidak dapat tertampung di waduk, sehingga meluap dan menggenangi area persawahan di beberapa kecamatan.

“Kalau di Desa Banjar, dari total 360 hektar, sekitar 120 hektar tidak bisa ditanami. Di Kecamatan Widang ada sekitar 80 hektar, dan di Desa Mbonut bahkan hampir 90 persen lahan terendam. Sementara di Plumpang, luasan yang terdampak bisa mencapai 7.000 hektar,” ungkap Wahyudi, perangkat Desa Banjar, Kecamatan Widang.

Warga dan petani yang tak ingin banjir meluas akhirnya sepakat mengambil tindakan darurat. Mereka membuat sodetan atau pelebaran pintu waduk menggunakan alat berat, agar air dari Sungai Avur bisa kembali mengalir ke dalam waduk sesuai fungsinya.

“Kami tidak ingin menunggu terlalu lama, karena air makin meluas. Kami lakukan sodetan agar genangan cepat surut,” lanjut Wahyudi.

Para petani berharap, sodetan darurat yang mereka buat bisa membantu mengurangi genangan air dan mempercepat proses surutnya banjir. Dengan begitu, mereka bisa segera memulai kembali aktivitas bertani seperti sediakala.

Mereka juga mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk segera melakukan normalisasi dan evaluasi fungsi waduk, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di musim hujan mendatang. (ric)

No More Posts Available.

No more pages to load.