PETISI.CO
Pelatihan ketrampilan menjahit, memasak, dan tata rias rambut.
ADVERTORIAL

Disnaker Kabupaten Madiun Latih Buruh Pabrik Rokok Ketrampilan Menjahit, Memasak, dan Tata Rias Rambut

MADIUN, PETISI.CODinas Ketenagakerjaan Kabupaten Madiun memberikan pelatihan keterampilan bagi 60 karyawan PT Digjaya Mulia Abadi (DMA) yang berada di Desa Tiron, Kecamatan Madiun, Senin (18/10/2021).

Pelatihan yang anggarannya bersumber dari program DBHCHT itu diberikan bagi karyawan pabrik rokok untuk membekali keterampilan agar bisa mendapatkan tambahan pendapatan bagi keluarga.

Materi pelatihan yang diberikan berupa pelatihan masak-memasak, menjahit dan tata rias rambut. Selama mengikuti pelatihan seluruh peserta dan instruktur wajib

Asisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan Setda Pemkab Madiun, Suyadi saat membuka pelatihan unit kompetensi meminta 60 karyawan mengikuti pelatihan dengan serius dan tekun. Terlebih pelatihan ini sebagai bekal pengetahuan dan keterampilan agar karyawan bisa mendapatkan penghasilan tambahan selain bekerja di PT DMA.

“Dengan pelatihan ini, kami mengharapkan para karyawan mendapatkan tambahan ilmu dan keterampilan. Dengan demikian, keterampilan yang didapatkan dapat menghasilkan tambahan pendapatan bagi keluarga karyawan,” ujar Suyadi.

Baca Juga :  Bupati Blitar Jadi Irup Upacara Hari Jadi ke- 74 Provinsi Jawa Timur 2019

Suyadi menuturkan karyawan pabrik rokok sengaja dipilih sebagai sasaran utama mengikuti pelatihan unit kompetensi. Pasalnya sumber dana untuk pelatihan itu berasal dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).

“Pelatihan agak spesifik karena anggaran berasal dari cukai maka harus dikembalikan ke cukai. Apalagi rokok memberikan kontribusi terbesar dari pajak cukai,” kata Suyadi.

Bagi karyawan yang sudah mendapatkan pelatihan, Suyadi meminta untuk mempraktekan di rumah dari materi yang sudah didapatkan di pelatihan. Namun para karyawan tetap harus bisa membagi waktu mengingat pekerjaan utamanya sebagai karyawan pabrik rokok.

Tak hanya itu, para karyawan yang sudah mendapatkan materi keterampilan dapat berkonsultasi dengan instruktur pasca pelatihan. Untuk itu masing-masing instruktur diminta dapat membimbing peserta pelatihan agar karyawan makin produktif berkarya.

“Saya harapkan instruktur juga memberikan keluangan waktu bila peserta ingin konsultasi. Kalau butuh bimbingan mohon dibantu semisal bagian jaringan kerja hingga peningkatan produktifitas,” jelas Suyadi. Bagi karyawan yang mengikuti pelatihan, Suyadi mengingatkan agar tetap saat menerapkan protokol kesehatan. Dengan demikian seluruh peserta diminta tetap mengenakan masker, menjaga jarak, sering mencuci tangan dengan sabun, hingga menjauhi kerumunan agar tak tertular covid-19.

Baca Juga :  Kodim 0804 bersama DPUPR Bidang Bina Marga Kabupaten Magetan Sosialisasi Pengaspalan Jalan di Desa Banjarejo

Ia menambahkan cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat.

Untuk itu membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat. Karena itu para karyawan diminta selalu menjaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal alias rokok tanpa pita cukai ataupun rokok dengan pita cukai palsu.

Sementara itu Manager Operasional PT DMA, Adila Rayendra mengapresiasi kegiatan pelatihan kompetensi bagi 60 karyawannya. Pihak perusahaan merasa sangat terbantu dengan pelatihan yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawannya.

Baca Juga :  Satgas Pra TMMD ke-107 Prioritaskan Pembangunan MCK

“Kami selaku produksi cukai sangat terbantu karena rekan-rekan karyawan dibantu diberikan pelatihan dari Dinas Naker Kabupaten Madiun,

Ia menyatakan pelatihan itu dapat menambah keterampilan dan pengalaman bagi karyawan. Tak hanya itu, karyawan pun dapat mendapatkan tambahan penghasilan dengan berbekal keterampilan yang didapatkan dari pelatihan tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Madiun, Heru Kuncoro menyatakan pelatihan digelar setelah karyawan pulang bekerja dari pabrik.

“Pelatihannya digelar sore hari setelah karyawan pabrik pulang. Jadi tidak mengganggu pekerjaan utamanya,” jelas Heru.

Dari 60 peserta pelatihan dibagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing kelompok terdiri 20 karyawan. “Jadi dibagi tiga kelompok dengan masing-masing kelompok 20 orang. Setiap kelompok juga mendapatkan materi pelatihan yang berbeda. Ada yang mendapatkan pelatihan memasak, pelatihan menjahit dan pelatihan merias,” tutur Heru. (adv/iya)

terkait

Sosok Letkol yang Menjadi Kebanggaan Warga Desa Gunung Malang Jember

redaksi

Hadiri Undangan Peringatan Isro’ Mi’raj Bersama Warga

redaksi

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Satgas TMMD 107 Edukasi Warga Cuci Tangan

redaksi