Disparbud Magetan Kembangkan Fasilitas Penunjang Wisata Situs Prasasti Sendang Kamal

oleh
Pengembangan fasilitas penunjang wisata Situs Prasasti Sendang Kamal

MAGETAN, PETISI.CO – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Magetan mengerjakan pembangunan fasilitas penunjang destinasi wisata sejarah situs Prasasti Sendang Kamal, peningalan kerajaan Medang yang terletak di Dukuh Sumber, Kelurahan Kraton, Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan.

Kepala Disparbud Magetan, Joko Trihono mengatakan, untuk mengembangkan obyek wisata sejarah situs Prasasti yang memiliki alam sangat luar biasa. Pihaknya telah mengerjakan fasilitas penunjang seperti pembangunan pagar pembatas kawasan Sendang Kamal, Gapura juga Pendopo untuk memberikan rasa nyaman bagi pengunjung yang datang.

“Sehingga nantinya bisa untuk kegiatan kegiatan budaya masyarakat dengan fasilitas publik di sana,” kata Joko Trihono, Senin (20/12/2021).

Joko Trihono menambahkan, dengan adanya sejumlah fasilitas penunjang tersebut diharapkan masyarakat akan lebih sering berkunjung dan mengenal potensi wisata Sendang Kamal. “Diharapkan pengunjung akan semakin nyaman,” imbuhnya.

“Prasasti Sendang Kamal merupakan prasasti peninggalan Kerajaan Medang dan bercorak Hindu Siwaisme yang terdapat 3 buah batu bertulis bahasa Jawa yang sudah mulai sulit dibaca karena kondisi batunya sudah mulai rapuh,” ungkap Joko Trihono.

Sementara menurut keterangan penjaga dan perawat Sendang Kamal, Imam mengatakan, dulunya 3 prasasti batu tersebut letaknya terpencar sejauh 15 meter, namun untuk lebih menjaga kelestarian batu prasasti tersebut, ketiga batu dijadikan satu di lokasi yang berada di depan rumah peristirahatan yang dibangun pada Jaman Belanda.

“Dulu ada cungkupnya tapi sudah rusak. Sekarang di sekeliling batu dikeramik agar terjaga kelesatariannya,” ucapnya.

Imam menambahkan, sebetulnya ada 4 batu prasasti yang ditemukan di Sendang Kamal, namun satu prasasti yang kondisinya lebih bagus saat ini disimpan di Museum Nasional dengan nomor D.3. Prasasti Sendang Kamal dikenal dengan Prasasti Kawambang Kulwan.

Selain 3 prasati yang ada, peninggalan lainnya ada sebuah kolam yang diduga merupakan peninggalan jaman kerajaan Medang.

“Dulu di situ ada mata airnya, tetapi saat ini sudah tidak ada lagi. Kemungkinan sudah tertutup lapisan lumpur,” imbuh Imam.

Di sebelah selatan Sendang juga terdapat bangunan jaman Belanda yang dibangun tahun 1921, berupa bangunan untuk bersantai atau berganti pakaian orang Belanda setelah berenang di kolam Sendang Kamal. Pemandian tersebut dinamai Sendang Kamal dikerenakan Sendang yang artinya kolam dalam bahasa Jawa dan Kamal yang artinya telur bebek.

Menurut Imam, dulu salah satu Bupati di Madiun mandi di sendang tersebut karena melihat airya yang berwarna biru seperpti telur bebek yang berkilau. Maka Bupati tersebut menyebut sendang tersebut Sendang Kamal.

“Jadi kamal itu telur bebek, karena Bupati Madiun yang mandi melihat air di sendang itu seperti warna telur bebek yang berkilau,” pungkas Imam. (pgh)

No More Posts Available.

No more pages to load.