SEMARANG, PETISI.CO – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya akan segera melaunching aplikasi Aduan Pohon Ayoman Jalan Provinsi. Aplikasi tersebut merupakan inovasi dari DPU untuk memantau kondisi pohon pinggir jalan yang ada di seluruh provinsi Jawa Tengah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Jateng, AR Hanung Triyono mengatakan, dengan adanya aplikasi tersebut, masyarakat bisa mengadukan langsung terkait kondisi pohon yang sudah tua, tumbang ataupun mati untuk segera ditindaklanjuti agar tidak membahayakan.
“Aplikasi aduan pohon ayoman ini baru akan dilaunching ya, untuk utamanya di daerah Kudus, karena pak Parjo ini yang membuat aplikasi ini nantinya juga kami integrasikan jadi satu masuk menjadi salah satu untuk aduan pohon ayoman,” ujar Hanung di kantornya, Rabu (12/10/2022).
Hanung menjelaskan, pohon ayoman merupakan pohon turus jalan, pohon yang berada di pinggir-pinggir jalan yang notabene hampir semuanya milik pemerintah.
“Jadi ruang milik jalan itu ada saluran, ada pohon ayoman, ada bahu jalan, nah di situ masing-masing lokasi atau masyarakat juga bisa mengadukan, atau apa sih yang harus dilakukan bila ada gangguan tentang drainase atau pohon ayoman, ini juga untuk memonitoring aset, karena pohon ayoman itu merupakan aset dari pemerintah,” terangnya.
Hanung menambahkan, rencananya di bulan November mendatang, aplikasi aduan pohon ayoman tersebut akan segera dilaunching.
“Launching Aplikasi segera, ini baru proses membuat, terus nanti akan dilaunching untuk ujicoba, itu paling tahun ini sudah selesai ya, November paling nanti sudah bisa masuk dalam satu aplikasi kami,” jelasnya.
Hanung berharap, dengan adanya aplikasi itu nantinya juga bisa untuk mendata pohon ayoman yang notabene adalah aset pemerintah.
“Kita bisa melihat keluhan masyarakat khususnya pohon ayoman yang nantinya apakah itu, misalnya ada pohon yang akan tumbang, pohon yang mati, itu nanti kita bisa tindak lanjut untuk bisa apakah akan ditebang atau dirempel dan lain-lain, yang biasanya pohon ini akan ngetrend pada musim penghujan ini,” ungkapnya.
Untuk saat ini, kata Hanung, aduan pohon ayoman itu baru melayani masyarakat di kabupaten Kudus. Karena untuk yang seluruh Jawa Tengah baru akan dilaunching November mendatang.
“Kalau ini sebenarnya hanya untuk Kudus, tapi nanti kita akan coba mungkin tidak lewat WA tapi langsung aplikasi yang bisa diunduh lewat android, ini kan baru sebatas permulaan, nanti harapannya bisa masuk di aplikasi besar kami di Klik BinMarCipKa nanti akan banyak aplikasi di dalamnya,” kata Hanung.
Ke depannya, pihaknya juga mempunyai misi untuk melestarikan pohon-pohon tematik di masing-masing daerah. Hal tersebut menurutnya bisa menjadi identitas dari daerah itu sendiri.
“Misalnya di Wonogiri itu mete, di Magelang di Selo itu pohon Damar, di Wonosobo itu mungkin Damar sama Ekaliptus, kalau di Kudus itu apalah monggo nanti itu menjadi tematik. Yang nantinya bisa kelihatan, oh kok banyak pohon Damar oh berarti ini sudah di pegunungan, oh ini kok banyak mete oh ini berarti di Wonogiri,” paparnya.
Sebelumnya, DPU Bina Marga dan Cipta Karya sendiri sudah mempunyai beberapa aplikasi yang sudah lebih dulu dilaunching, salah satunya adalah aplikasi jalan cantik.
“Dalam aplikasi jalan cantik ini biasanya masyarakat mengeluhkan tentang lubang jalan baik jalan kabupaten maupun jalan provinsi. Yang kedua adalah tentang air menggenang. Saya punya aplikasi juga gerakan anti air menggenang, itu biasanya ke drainase,” pungkas Hanung. (lim)





