LAMONGAN, PETISI.CO – Setelah melalui 3 hari, pada tanggal 11-13 Oktober yang melelahkan dan menguras tenaga, ada 2 sosok diantara 150 peserta delegasi yang menjadi perhatian panitia Diklatsar PAC Sekaran Kabupaten Lamongan di taman Mahoni Desa Kendal Sekaran. Kedua sosok tersebut adalah Kepala Desa (Kades) Besur dan Kepala Desa Keting.
Kepala Desa Besur Abdul Haris (35) beserta istri, serta 5 perangkat desa dan 23 warganya menyampaikan, alasan mendasar dia mengikuti diklatsar Banser ini tak lain karena, panggilan nurani untuk berkhidmat dalam naungan Nahdlatul Ulama.
“Karena salah satu pondasi kuat negara kita adalah Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Sebelum berangkat Diklatsar ini, pihaknya hanya menyampaikan kepada warga, bahwa menjaga kedaulatan negara harus dari tingkatan terbawah, mulai dari pemerintahan dan warga desa itu sendiri.
“Jadi kami tidak pernah memaksa, hingga warga antusias bergabung dengan Banser yang salah satu bentuk perjuangannya adalah mencintai NKRI,” ungkap Haris didampingi istrinya.
Dan juga dinamika kebangsaan terakhir ini, karena Banser juga salah satu penopang keutuhan NKRI.
Seperti kita ketahui fenomena saat ini bagaimana NKRI dirongrong oleh ideologi yang berbasis agama. Sedangkan kita harus mengetahui bahwa Indonesia terdiri dari beberapa suku dan agama yang heterogen.
“Inilah warna pelangi yang harus kita jaga, jangan sampai warna terindah itu pudar oleh gerakan dominan satu warna,” ujarnya.
Senada dengan kades Besur, Kapala Desa Keting Jauhari (45), menimpali hal yang sama mengenai landasan apa yang membuatnya ikut diklatsar Banser. Karena salah satu penangkal dari gerakan atau pemahaman mengganti ideoligi Pancasila itu adalah dengan bergabung dengan Banser.

Tak bisa dipungkiri pula, bagaimana gerakan gerakan radikal itu menyasar dari tingkatan desa dengan memberi pemahaman yang keliru. Itulah kenapa, kami selaku pemerintahan desa wajib melindungi wilayah kami dari pemahaman yang tidak boleh berkembang di negara kita.
Jangan serta merta merusak tatanan pendiri bangsa ini, karena kami dari tingkatan ranting atau desa akan terus menggerus ajaran ajaran yang bisa menghancurkan sendi sendi negara Republik Indonesia.
Apresiasi setinggi tingginya pun diungkap oleh Gus Khafidh (36), Ketua PAC Ansor Sekaran, karena dengan keikutsertaan dua kades ini bisa menjadi triger untuk kades-kades yang lain. Karena apabila pondasi terbawah sangat kuat, niscaya keberlangsungan negara Indonesia tak akan goyah.
“Nanti tiba saatnya, kami pengurus PAC akan memberikan sebuah penghargaan tersendiri kepada beliau berdua, yang telah mengorbankan waktu tenaga dan pikiran serta membawa gerbong warganya untuk bergabung dalam Ansor dan Banser,” tandasnya.(ak)





