Dubes Kanada untuk Indonesia dan Timor Leste Akan Bawa Investor ke Jatim

oleh -223 Dilihat
oleh
Pj Gubernur Adhy menerima kenang-kenangan dari Dubes Jess (kiri)

SURABAYA, PETISI.CO – Pejabat (Pj) Gubernur Jawa Timur (Jatim) Adhy Karyono menawarkan peluang investasi dalam berbagai macam proyek prestisius di Jawa Timur saat menerima kunjungan kerja Duta Besar Kanada Untuk Indonesia dan Timor Leste Jess Dutton di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (26/2/2024).

Investasi tersebut, meliputi sektor infrastruktur, manufaktur, properti, dan pariwisata. “Jatin memiliki investment project ready to offered atau IPRO di bidang infrastruktur seperti Development of Probolinggo Port sebagai international container port logistic hub, Probolinggo LNG hub, dan lamongan oil tank terminal,” katanya.

Untuk manufaktur, potensial investasi ada di industri garam farmasi, industri pengolahan tembaga, industri pengolahan pisang terintegrasi dengan perkebunannya, industri bioethanol, industri alat dan mesin pertanian, dan industri pengolahan udang terintegrasi.

Ada pula Civic Centre dan Semen Gresik New Town untuk sektor industri. Serta, Tumpak Sewu Leisure Park dan Marina Boom Banyuwangi bagi sektor pariwisata.

“Kami juga punya dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan lima kawasan industri yang tersebar di beberapa daerah, yang sesuai untuk mengakomodir kebutuhan dari calon investor dan para pengusaha,” tuturnya.

Selain itu, PDRB Jatim sendiri memberikan kontribusi terbesar kedua terhadap perekonomian pulau Jawa sebesar 24,9% pada 2023. Tak hanya itu, Jatim juga berkontribusi sebesar 14,2% terhadap pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Adhy menyebut, dari sisi investasi Kanada di Jatim sejak tahun 2010 hingga 2023, tercatat terdapat 9 bidang usaha di 2 kabupaten dan kota dengan nilai investasi sebesar US$ 0,4 Juta.

“Mr Jess tertarik dengan Jatim juga karena melihat indikator-indikator ekonomi yang sangat baik. Sehingga iklimnya bisa mendorong investasi dari Kanada untuk Jatim,” katanya.

Untuk itu Adhy mendorong pengembangan investasi Kanada-Jatim. Ia menilai hal ini akan berjalan baik, mengingat realisasi investasi Jatim tahun 2023 menduduki peringkat 3 dibanding provinsi lain di indonesia dengan angka mencapai Rp 145,1 triliyun atau 10,2% dari realisasi investasi indonesia.

Tak hanya itu, struktur realisasi penanaman modal asing (PMA) Jatim tahun 2023 meningkat 56,3%. Hal ini menunjukkan tingkat kepercayaan dan optimisme investor tetap terjaga kepada Jatim yang merupakan surga investasi dengan nilai incremental capital output ratio (ICOR) lebih rendah dibandingkan rata-rata di Indonesia.

“Setelah ini, Mr Jess akan berusaha membawa investor-investor dari Kanada untuk bisa masuk ke Jatim. Salah satunya industri olahan, serta transformasi energi seperti konversi gas. Di sisi pertanian, Jatim memiliki berbagai komoditi unggulan yang juga bisa dikerjasamakan dengan Kanada,” ungkapnya.

Di sisi lain, Adhy juga mengharapkan program Nutrition International (NI) yang pembiayaannya salah satunya dilakukan Pemerintah Kanada dapat dilanjutkan kembali.

Untuk diketahui, Lembaga Nutrition International telah bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan di tingkat pusat melalui Memorandum of Understanding (MoU) Tahun 2021-2024 guna menjalankan program peningkatan gizi masyarakat di 6 provinsi di Indonesia. Salah satunya yaitu Provinsi Jatim.

Di Jatim, program ini dilakukan sejak tahun 2021 untuk program Konsumsi Garam Beriodium untuk Semua (KGBS) di 7 kabupaten/ kota. Diantaranya Kota Surabaya, Kab Gresik, Kota Pasuruan, Kab Probolinggo, Kab Sidoarjo, Kab Lumajang, Kab Kediri, Kab Pamekasan dan Kab Sumenep.

Selain itu, ada pula pembelian alat dan peningkatan kapasitas pertanian garam, pemberian obat untuk anemia di 7 kabupaten/kota, serta program lainnya selama 5 tahun terakhir.

“Maka kami berharap berbagai program yang mendukung kebijakan pembangunan Indonesia dan sudah di-MoU-kan bersama Kanada bisa dilanjutkan. Dan beliau juga sudah support untuk ini bisa diteruskan,” tukasnya.

Duta Besar Kanada Untuk Indonesia dan Timor Leste Jess Dutton menyampaikan  Jatim merupakan provinsi pertama setelah Jakarta sejak ia menyerahkan kredensialnya kepada Presiden Joko Widodo Desember 2023 lalu.

“Ini menunjukkan bahwa Surabaya dan Jatim sangatlah penting. Saya kesini dengan membawa semua tim saya seakan-akan saya memindahkan kedutaan,” katanya.

Selama tiga hari, Dubes Jess akan bertemu banyak sekali kelompok masyarakat. Mulai dari Kadin Jatim, militer, Pangkoarmada, kelompok bisnis, hingga insan pendidikan di perguruan tinggi.

“Tujuan saya ke Jatim juga adalah untuk meningkatkan kesadaran bagi para orang Kanada dan juga orang di Indonesia untuk mempererat hubungan kedua belah pihak. Dan salah satu kunci utama untuk mengembangkan ini ada dalam bidang komersial,” tandasnya. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.