Surabaya, petisi.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menorehkan sejarah gemilang di dunia pendidikan. Setelah sukses dengan program wajib belajar 12 tahun, Pemkot Surabaya secara resmi meluncurkan program Wajib Belajar 13 Tahun, yang dimulai sejak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Wali Kota Surabaya menyatakan bahwa inisiatif ini bukan sekadar formalitas, melainkan investasi strategis untuk membentuk generasi penerus yang unggul sejak usia dini.
“Anak-anak Surabaya harus dipersiapkan secara holistik, tidak hanya cerdas akademis, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang kuat,” tegasnya
Program ini akan mulai diimplementasikan pada tahun ajaran 2025/2026, dengan serangkaian inovasi pendukung yang dirancang untuk memberikan dampak signifikan. Salah satunya adalah gerakan 7++ Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH), yang menekankan pembentukan karakter melalui kebiasaan positif seperti jujur, disiplin, dan peduli lingkungan sejak usia dini. Selain itu, program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) akan memberikan pelatihan intensif kepada orang tua tentang pola asuh positif dan pendampingan belajar yang efektif.
Dukungan penuh terhadap langkah progresif ini datang dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya. Agus Mashuri (Cak Huri) anggota Komisi D DPRD Surabaya, menyatakan kesiapannya untuk mengawal kebijakan yang berpihak pada kepentingan anak-anak Surabaya.
“Kami di DPRD siap mendukung penuh program wajib belajar 13 tahun ini, demi mewujudkan visi Surabaya sebagai kota yang ramah anak dan menghasilkan generasi emas,” ujarnya.
Untuk memastikan transisi yang mulus bagi siswa baru, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah akan diimplementasikan dengan pendekatan yang menyenangkan dan inklusif, menghindari perpeloncoan dan fokus pada pengenalan nilai-nilai positif.
Tak ketinggalan, aplikasi digital “Si Bunda” akan berperan sebagai pusat data terpadu yang memastikan setiap anak usia pra-sekolah terdata, mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas, serta memantau tumbuh kembang mereka secara berkala.
Cak Huri juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi aktif dalam menyukseskan program ini.
“Keberhasilan pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita gotong royong, mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan sekitar, untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak-anak Surabaya,” ujar politisi PPP ini.
Dengan peluncuran program Wajib Belajar 13 Tahun ini, Surabaya semakin menegaskan komitmennya sebagai kota yang peduli terhadap masa depan generasi muda. Diharapkan, setiap anak Surabaya tidak hanya mendapatkan akses pendidikan yang layak, tetapi juga tumbuh menjadi individu yang berkarakter, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global. (joe)







