Dukungan Polisi Jelang New Normal, Bentuk 29 kampung Tangguh Semeru

oleh -191 Dilihat
oleh
Kapolres Probolinggo Kota meninjau tempat pembuatan APD di Kampung Tangguh Semeru.

PROBOLINGGO, PETISI.CO – Untuk total keseluruhan Kampung Tangguh Semeru di Kota Probolinggo sebanyak 29 telah beroperasi buat mempersiapkan untuk warga mandiri dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 menjelang penerapan new normal. Dan nantinya, ke 29 Kampung Tangguh Semeru ini akan menjadi contoh dari kampung-kampung yang lain.

Dalam Kampung Tangguh pencegahan Covid-19 untuk persiapan penerapan new normal ini, berawal dari kampung  Benteng di Kelurahan/ Kecamatan Mayangan. Dalam upaya mandiri warga melawan virus Corona tersebut, lalu merembet ke puluhan Kelurahan lainnya di 5 kecamatan di Kota Probolinggo.

Kapolres Probolinggo Kota, AKBP. Ambaryadi Wijaya, mengatakan tingkat kesadaran masyarakat dalam menghadapi Covid-19 semakin kuat, sehingga kampung taguh semakin mudah dibentuk. Pengalaman tertekan oleh kondisi selama tiga bulan terakhir akibat pademi Covid-19, membuat masyarakat kembali bangkit dan bersatu serta melindungi.

“Untuk tugas kepolisian guna mengarahkan ke hal yang baik dan benar agar masyarakat tidak kalut. Untuk masyarakat yang mampu kami arahkan membantu yang kurang mampu. Kami beri pelatihan penanganan Covid-19 agar mandiri,” terangnya kapolres, Senin (01/06/2020).

Dan selain meresmikan kampung tangguh ini agar warga bisa mandiri menghadapi Covid-19, kita juga memberikan wawasan serta membagi buku saku tentang virus Corona.”Agar masyarakat yang awam menjadi peka dan lebih disiplin kembali,” tambah alumni Akpol 1999 ini.

Polres Probolinggo Kota juga menghadirkan tim (Dokkes) Dokter Kesehatan untuk memberikan sosialisasi kesehatan, pencegahan serta penanganan Virus Corona. Salah satunya kampung tangguh di RW .12 Perum Asabri Kelurahan/ Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

Mempersiapkan Posko dan Lumbung Kampung Tangguh Semeru berisi bantuan sembako dan kebutuhan pokok masyarakat kurang mampu maupun pemberdayaan produksi APD, masker serta face shield secara mandiri.

Ketua RW.12 Perum Asabri, Hendro Hadi, mengatakan mayoritas warga setempat sebagai ASN, TNI – Polri dan pedagang membuat upaya bergotong royong mudah dilakukan. Sumbangan hasil patungan warga setempat untuk penanganan Covid-19 tidak berbentuk sembako seperti kebanyakan kampung lainnya melainkan berupa uang tunai yang dikelolah oleh ibu-ibu PKK untuk kegiatan sosial.

Ketua RW .12 juga menyampaikan Perum Asabri, total sekitar 600 KK dan 2.500 jiwa. “Yang dapat bonsos hanya 326 orang, dikarenakan rata-rata warga mampu secara ekonomi,” ujar Hendro.

Untuk pembentukan Kampung Tangguh Semeru ini serentak dilaksanakan se Provinsi Jawa timur, sebagai salah satu cara melawan Covid-19 menjelang penerapan new normal. Dan targetnya masyarakat aman dari sebaran Covid-19 dan ekonomi dapat kembali normal dengan memperdayakan seluruh potensi masyarakat. (char)

No More Posts Available.

No more pages to load.