Eri Cahyadi: Akademi Keperawatan di Surabaya Akan Dibuka Tahun 2025

oleh
oleh
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

SURABAYA, PETISI.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya merencanakan pembukaan Akademi Keperawatan (Akper) pada tahun 2025. Inisiatif ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit milik pemkot dan mendukung program satu RW satu nakes.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menekankan bahwa tenaga kesehatan di rumah sakit milik pemkot harus berasal dari warga Surabaya sendiri.

“Saya akan membangun sekolah perawat di belakang RS Surabaya Timur, sehingga kebutuhan perawat di RS tersebut dapat dipenuhi oleh anak-anak Surabaya yang bersekolah di bidang keperawatan. InsyaAllah tahun 2025,” ujar Eri pada Senin (8/7/2024).

Selain itu, Wali Kota Eri juga menyatakan bahwa pembukaan Akper ini akan terintegrasi dengan program satu keluarga satu sarjana. Anak-anak dari Keluarga Miskin (Gamis) yang memiliki minat di bidang kesehatan dapat menempuh pendidikan di Akper tersebut.

“Wabil khusus untuk program satu keluarga satu sarjana. Saya akan fokuskan di sekolah Akper. Anak-anak dari keluarga miskin yang ingin bersekolah gratis bisa masuk ke sekolah perawat ini. Mereka yang lulus dapat langsung bekerja,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudradjat, menyampaikan bahwa rencana pembukaan Akper didasari oleh meningkatnya kebutuhan perawat setiap tahunnya.

“Terlebih dengan program satu RW satu nakes, kebutuhannya akan banyak. RW di Kota Surabaya ada sekitar 1300, jadi banyak perawat yang dibutuhkan,” kata Irvan.

Diketahui, Pemkot Surabaya terus berupaya meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, salah satunya melalui layanan kesehatan di tingkat rukun warga (RW). Program ini akan dimulai pada tahun 2025, dengan setiap RW akan mendapatkan satu dokter dan satu perawat.

Saat ini, Irvan menyebut Pemkot Surabaya sedang berkoordinasi dengan pihak Provinsi Jawa Timur terkait perizinan dan kurikulum yang akan diterapkan.

“Dari hasil koordinasi tersebut, akan dilihat apakah pembukaan Akper memerlukan gedung baru atau bisa menggunakan aset Pemkot Surabaya yang sudah ada. InsyaAllah semuanya tahun depan. Jika tidak perlu membangun baru dan bisa memakai aset pemkot, kita akan jalankan dulu,” tambah Irvan.

Irvan juga menambahkan bahwa Akper Kota Surabaya nantinya akan berada di bawah naungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya. “Terkait kurikulum, akreditasi, dan lainnya akan berada di bawah Dinas Kesehatan Kota Surabaya,” pungkasnya. (dvd)

No More Posts Available.

No more pages to load.