Gadis Cantik Asal Blora Dilaporkan Hilang di Sidoarjo, Putus Kontak Lebih 3 Pekan

oleh
oleh
Gadis Blora Cepu, Dian Novita Anggraeni (kanan) laporan keluarga ke polisi (kiri)

Sidoarjo, petisi.co – Resah tak kunjung mendapat kabar selama lebih dari 3 pekan, Eko Prasetiyono (51) warga Cepu Blora Jawa Tengah, berusaha melacak keberadaan anak perempuannya bernama Dian Novita Anggraeni (21). Keluarga menuturkan komunikasi terakhir dengan korban, melalui sambungan seluler terjadi pada Rabu, 8 April 2026.

“Ini Ibunya nangis terus, kalau ingat anak perempuannya. Terakhir kontak dengan ibunya, ya tanggal 8 april itu. Dian ngomong ke ibunya, kalau diterima kerja di sebuah usaha katering di Sidoarjo,” ucap Eko kepada petisi.co, Kamis (30/4/2026).

Dian Novita Anggraeni saat merayakan ultah, kontak terakhir posisi di Sidoarjo

Eko mengaku tidak mengetahui secara detail, materi apa saja yang menjadi bahan pembicaraan antara ibu dan anak melalui telepon. Selain itu, Ia juga tak tahu alamat yang menjadi lokasi anaknya diterima bekerja.

“Bilangnya ke istri saya (ibu korban) ya cuman itu. Katanya sudah mulai kerja di kateringan Sidoarjo. Cuman Sidoarjo-nya mana, ini persisnya yang kami tidak tahu,” akunya dengan suara bergetar.

Eko menceritakan kronologi kejadian, awalnya korban sempat mengutarakan keinginan melamar kerja ke ibunya, dengan kota tujuan Surabaya. Pada hari Minggu, 5 April 2026, Korban diantar pacarnya bernama Nanto hanya sampai di Stasiun Cepu. Setiba di Surabaya, korban yang kala itu berangkat sendirian memberitahu pacarnya bahwa telah sampai di kota pahlawan.

“Tanggal 5 April, anak saya kontak pacarnya bilang sudah di Surabaya. Ia ngasih kabar tempat kerjanya di online shop (Olshop) penjualan baju dan tas milik ibu Cece. Cuma itu saja dan gak bilang alamatnya dimana?,” ucapnya lirih.

Selanjutnya, korban sempat putus komunikasi dengan keluarga dan pacarnya, hampir kurang lebih 3 hari. Tiba-tiba, 8 April 2026, Korban menghubungi ibunya, menggunakan Handphone pinjaman milik temannya.

“Kata istri saya, HP anak-e (korban) rusak. Trus pinjam punya temannya buat hubungi keluarga. Dia bilang kerja di catering Sidoarjo. Entah itu maksudnya tempat kerja baru dan yang lama sudah keluar atau gimana, saya juga kurang paham,” urainya panjang lebar.

Menurut Eko, sejak itu korban sudah tidak bisa dihubungi sama sekali. Demikian pula nomor telepon milik temannya yang sempat dipinjam juga tidak bisa dikontak.

“Telepon terakhir Rabu, 8 April itu. Sebab esoknya Kamis, 9 April, kami coba menelpon nomor kontak temannya juga sudah tidak aktif. Sekarang kami bingung harus minta tolong ke siapa agar bisa mengetahui dimana anak saya berada,” keluhnya sedih.

Berbagai upaya juga sudah dilakukan keluarga untuk mengetahui posisi korban. Selain melapor ke polisi, keluarga juga sempat mengunggah identitas korban ke media sosial.

“Sudah melapor ke kantor Polsek Cepu Polres Blora,  tertanggal 23 April 2026. Kami juga telah menyebarkan berita orang hilang di medsos. Namun hingga kini belum ada titik terang dimana posisi anak kami berada,” tandas Eko.

Keluarga mengharapkan adanya bantuan dari netizen dan masyarakat luas untuk turut membantu melakukan pencarian korban. Ciri-ciri korban, saat pergi meninggalkan rumah mengenakan hijab, tinggi badan 157 cm, berat 64 kg, kulit putih, wajah lonjong (oval) dan rambut hitam lurus sebahu.

“Mohon bantuan masyarakat terutama warga Sidoarjo. Barangkali ada yang melihat anak saya dengan ciri-ciri tersebut, bisa segera memberitahu kami di nomor 0878-6327-2455,” tutupnya. (luk)

No More Posts Available.

No more pages to load.