Tuban, petisi.co – Aksi balas dendam sekelompok remaja terhadap gangster yang pernah menyerang mereka berhasil digagalkan oleh Tim Jatanras Satreskrim Polres Tuban. Para remaja ini diamankan saat tengah berkonvoi di jalanan Tuban, Jawa Timur, pada dini hari saat patroli menjelang sahur, Sabtu (22/03/2025).
Patroli yang dilakukan Tim Jatanras awalnya berjalan seperti biasa. Namun, di tengah perjalanan, petugas melihat sekelompok remaja berkendara dalam satu iring-iringan. Mereka terlihat mencurigakan.
Ketika hendak diberhentikan, rombongan itu justru tancap gas. Polisi tak tinggal diam. Pengejaran pun terjadi hingga akhirnya para remaja ini berhasil diamankan.
Kanit Pidum Satreskrim Polres Tuban, IPDA Moh Rudi mengatakan, bahwa penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan warga. Beberapa hari sebelumnya, masyarakat melaporkan adanya seseorang yang membawa senjata tajam di jalanan.
“Tiga hari lalu ada warga yang melapor, resah melihat ada kelompok berkeliaran membawa sajam,” terang Rudi sapaan akrab Kanit Pidum.
Polisi langsung meningkatkan patroli untuk mengantisipasi kejadian serupa. Hingga akhirnya, mereka menemukan rombongan remaja ini yang ternyata hendak melakukan aksi balas dendam.
“Mereka ini korban serangan sebelumnya. Malam ini, mereka berencana membalas dendam. Tapi kami berhasil menggagalkan sebelum bentrokan terjadi,” ujarnya.
Saat digeledah, polisi tidak menemukan senjata tajam. Namun, melihat gelagat mereka, petugas yakin para remaja ini diduga akan menyerang kelompok yang pernah menyerang mereka.
Untuk mencegah niat buruk itu, polisi memberikan pembinaan di tempat. Para remaja ini dihukum 10 kali push-up sebagai bentuk peringatan. Mereka juga diminta mengucapkan janji untuk tidak mengulangi perbuatan serupa.
Tidak berhenti di situ, polisi juga memberikan pengarahan tentang bahaya tawuran. Mereka diberi pemahaman bahwa aksi balas dendam hanya akan merugikan diri sendiri. Selain berisiko terluka, mereka juga bisa berurusan dengan hukum.
Setelah mendapatkan pembinaan, para remaja tersebut akhirnya dipulangkan. Polisi berharap mereka benar-benar sadar dan tidak lagi terlibat dalam aksi kekerasan.
“Kami harap kejadian ini jadi pelajaran. Jangan mudah terprovokasi. Lebih baik fokus pada masa depan daripada terjebak dalam aksi kekerasan,” pungkasnya.
Pihak kepolisian juga mengimbau orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak mereka, terutama di malam hari. Tawuran dan aksi balas dendam sering terjadi karena kurangnya pengawasan dan salah pergaulan. (ric)







