Gegara Scoopy, Eko Jeep Minta Maaf ke MPC PP Kota Malang

oleh -100 Dilihat
oleh
Ketua MPC PP Kota Malang, Kaji Nanang bersama jajaran pengurus pose bersama

MALANG, PETISI.CO – Eko Yudi Irawan akrab di sapa Eko Jeep harus meminta maaf kepada Pemuda Pancasila Kota Malang. Hal itu dipicu atas pernyataannya yang berisikan fitnah yang dialamatkan kepada Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Malang H. Agus Sunar Dewabrata, SH.

Dalam kalimatnya Eko Jeep menyebutkan bahwa pria yang akrab di panggil Kaji Nanang tersebut, menerima kendaraan bermotor Honda Scoopy dari Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji saat berkunjung ke Mako PP, Jalan Sumba No. 12 Kota Malang.

Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Kota Malang, Yiyesta Ndaru Abadi, SH, MH menjelaskan perihal kronologi awal mula peristiwa tersebut. Kejadian bermula saat diskusi antara dirinya dengan pria yang akrab disapa Eko Jeep membahas kebijakan Malang Halal oleh Pemkot. Namun akhirnya melebar hingga terjadinya narasi yang sifatnya tudingan tanpa alat bukti.

“Awal terjadi diskusi antara saya dengan Eko Jeep membahas Malang Halal, namun akhirnya yang bersangkutan mengeluarkan statement bahwa Ketua kita (Kaji Nanang) menerima kendaraan bermotor berupa Honda Scoopy dari Walikota Malang, saat bersilahturahmi di Mako PP. Hal itu sempat saya bantah, bahwa itu tidak benar. Bahkan Kaji Nanang sudah menyampaikan klarifikasi bahwa hal itu hoax dan fitnah,” pungkasnya, Senin 7 Maret 2022.

Pria yang kerap disapa Yesta ini menjelaskan, kedatangan Wali Kota Malang ke Mako PP beberapa waktu lalu, pulang pergi menggunakan kendaraan roda 2, bahkan dengan pengawalan ketat.

Saat itu banyak saksi juga bahwa saat meninggalkan Mako PP, Wali kota kembali berkendara dengan kendaraan yang sama.

“Atas tudingan yang cenderung fitnah tersebut, saya sampaikan ke Eko Jeep harus klarifikasi benar tidaknya. Padahal saat itu sudah saya bantah langsung bahwa hal itu tidak benar. Namun Eko Jeep bersikukuh memiliki bukti dan sebagainya. Namun setelah kita mintai klarifikasi tidak ada bukti sama sekali,” terangnya.

Statement tudingan tanpa alat bukti itu berkaitan dengan PP.  Yesta berpendapat harus diluruskan karena menyangkut marwah organisasi.

Selanjutnya pernyataan minta maaf dari Eko Jeep, baik secara lisan maupun tertulis tanda tangan diatas materai akan segera ditindak lanjuti, dengan memberikan pemahaman kepada seluruh pengurus, anggota maupun kader PP Kota Malang, tujuan agar tidak timbul gejolak.

Di kesempatan yang sama Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Malang H. Agus Sunar Dewabrata, SH mengatakan, Negara Indonesia adalah negara hukum.

Jadi tudingan tanpa alat bukti yang disampaikan Eko Jeep harus dapat dipertanggung jawabkan.

“Satu sisi saya kan juga membawahi banyak anggota, jadi semoga kejadian serupa tidak terulang lagi. Atas kejadian ini kita tidak cari menang- menangan. Ketika yang bersangkutan sudah meminta maaf secara terbuka secara lisan maupun tertulis, selanjutnya akan kami terjemahkan kepada seluruh keluarga besar PP Kota Malang. Agar permasalahan ini tidak melebar dan meluas. Kita ambil hikmahnya atas persoalan ini, sehingga tidak terjadi hal serupa lagi,” tuturnya.

MPO Pemuda Pancasila Kota Malang, H. Junari turut angkat bicara atas persoalan ini. Ia mengajak untuk memetik hikmah atas permasalahan yang terjadi. Tak hanya itu juga dapat menjadi sebuah pembelajaran Eko Jeep.

“Statement yang disampaikan Eko Jeep cenderung fitnah dan tidak benar. Takutnya jika tidak cepat terselesaikan akan merambah kemana kemana. Ujungnya akan membuat keluarga besar PP Kota Malang tidak terima,” ungkapnya.

Setelah PP Kota Malang meminta klarifikasi kepada Eko Jeep, ternyata statement yang disampaikan memang tidak benar alias hoax. Bahkan, yang bersangkutan tidak memiliki alat bukti atas tuduhannya. Sehingga Eko Jeep mengakui kekhilafannya dengan meminta maaf secara lisan maupun pembuatan surat pernyataan tanda tangan di atas materai.

“Setelah kita klarifikasi hal tersebut tidak benar dan mengada-ngada. Sangat disayangkan seorang yang dikaterogikan terpandang dan berpendidikan mengeluarkan statment yang jelas merugikan,” tutupnya. (clis)