Hardiknas 2026, Gubernur Khofifah Ajak Seluruh Elemen Perkuat Jatim Sebagai Barometer Pendidikan Nasional

oleh -71 Dilihat
oleh
Gubernur Khofifah meninjau ruang kelas di salah satu sekolah di Surabaya

Surabaya, petisi.co – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen memperkuat posisi Jatim sebagai barometer pendidikan nasional melalui pembangunan pendidikan yang inklusif, berkualitas dan berdampak nyata.

Hal tersebut disampaikan Khofifah dalam Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di Surabaya, Sabtu (2/5).

Tekad mewujudkan Jatim sebagai barometer pendidikan nasional sejalan dengan tema Hardiknas yang diangkat secara nasional yaitu “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” yang juga dipadukan dengan tema Provinsi Jawa Timur “Jatim Cerdas – Pendidikan Berdampak, Mewujudkan SDM Unggul dan Berdaya Saing”.

Kolerasi kedua tema ini menjadi kunci dalam memperkuat peran Jatim sebagai pusat lahirnya talenta unggul berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Melalui program Jatim Cerdas, pemerataan akses pendidikan menjadi prioritas utama dalam pembangunan sumber daya manusia di Jatim. Kami tidak ingin ada satu pun anak Jatim yang tertinggal dari pendidikannya,” ujarnya.

Untuk itu, ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk aktif menyisir anak-anak yang belum bersekolah agar dapat kembali mengakses pendidikan tanpa beban, terutama bagi keluarga kurang mampu.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemprov Jatim terus memperkuat pemerataan sarana dan prasarana pendidikan, meningkatkan kualitas fasilitas pembelajaran, serta menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, rapi, nyaman, dan inspiratif.

Sekolah didorong menjadi ruang tumbuh yang sehat dan aman bagi siswa maupun tenaga pendidik. Selain itu, pembangunan karakter menjadi fokus utama melalui gerakan budaya integritas yang telah dimulai di 38 sekolah di 38 kabupaten/kota dan akan diperluas ke seluruh SMA, SMK, dan SLB.

Dalam mendukung pendidikan berdampak, Jatim juga menerapkan pembatasan penggunaan gadget di lingkungan sekolah selama proses pembelajaran. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan konsentrasi belajar, memperkuat interaksi sosial, serta membangun budaya diskusi aktif di dalam kelas.

Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat literasi membaca dan kemampuan berpikir kritis siswa, sebagai upaya menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan kualitas proses pembelajaran.

Di sisi lain, pendidikan di Jatim juga berkontribusi dalam upaya pengurangan sampah plastik melalui gerakan sekolah ramah lingkungan. Siswa dibiasakan menggunakan perlengkapan ramah lingkungan guna membentuk budaya peduli lingkungan sejak dini.

Berbagai program inovatif terus dikembangkan, di antaranya SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan) yang telah diterapkan di 146 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta, EJIES yang melahirkan ribuan inovasi guru, pengembangan kendaraan listrik di SMK, program Double Track SMA untuk kewirausahaan, serta PROTEG yang mendukung kemandirian ekonomi guru honorer.

Capaian tersebut turut memperkuat posisi Jatim sebagai pusat talenta berprestasi yang konsisten menorehkan prestasi di tingkat nasional dan internasional, termasuk dominasi dalam berbagai ajang kompetisi akademik dan kejuruan.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai menegaskan bahwa pendidikan berdampak tidak hanya berorientasi pada capaian akademik. Tapi juga pada pembentukan karakter dan kesiapan menghadapi masa depan.

“Pendidikan berdampak berarti memastikan siswa fokus belajar, berkarakter kuat, berprestasi, dan siap menghadapi masa depan. Pembatasan gadget, penguatan literasi, hingga gerakan lingkungan adalah bagian dari upaya besar tersebut,” ujarnya.

Tak hanya itu, Jatim juga kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Sebanyak 29.046 siswa asal Jatim dinyatakan diterima di Perguruan Tinggi Negeri, menjadikan Jatim sebagai provinsi dengan jumlah siswa terbanyak diterima secara nasional selama tujuh tahun berturut-turut sejak 2019.

“Capaian ini menegaskan bahwa Jatim adalah barometer pendidikan dan prestasi. Ini juga menjadi motivasi bagi siswa untuk terus meningkatkan capaian akademik maupun non-akademik,” tambah Khofifah.

Selain itu, Jatim juga menjadi provinsi dengan jumlah penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) terbanyak yang lolos SNBP. Dari 40.213 pendaftar, sebanyak 8.915 siswa dinyatakan diterima.

Di bidang kejuruan, Jatim juga mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih juara umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat nasional selama tiga tahun berturut-turut.

“Ini bukan kebetulan, tetapi hasil dari sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Karena itu, visi ‘Jatim Cerdas’ harus dimaknai lebih luas, bahwa kecerdasan harus berdampak nyata,” tegas Khofifah.

Ke depan, Pemprov Jatim akan terus memperluas akses pendidikan, memperkuat inovasi, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta membentuk karakter generasi masa depan yang unggul dan berdaya saing global.

Melalui sinergi tema Hardiknas 2026 dan “Jatim Cerdas”, Jatim optimis akan terus menjadi barometer pendidikan nasional sekaligus kontributor utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.