HPDKI Minta Presiden Prabowo Hentikan Impor Daging

oleh
oleh
Martinus Alexander sosialisasi kepada peternak HPDKI

Malang, petisi.co – Himpunan Peternakan Domba-Kambing Indonesia (HPDKI) menyuarakan kepada Presiden Jenderal Purnawirawan Prabowo Subianto untuk segera menghentikan impor daging agar para peternak domba dan kambing di Indonesia bisa maju dan berkembang.

Hal ini disuarakan HPDKI saat mengadakan acara rembuk peternak domba dan kambing beragendakan Kilas Balik Ternak Domba dan Kambing 2024 dan Prediksi Peluang Ternak Domba dan Kambing 2025 serta pernyataan sikap atas kebijaksanaan pemerintah terkait impor daging, bertempat di “Salam Berkah Farm” (SBF) Pakis Kabupaten Malang, Selasa (24/12/2024).

Dalam kesempatan itu hadir para peternak domba dan kambing dari berbagai wilayah di Jawa Timur, di antaranya dari Pasuruan, Kediri, Tulungagung, Blitar, Bojonegoro, dan Malang Raya.

Sementara hadir mewakili Dewan Pimpinan Pusat (DPP HPDKI), Martinus Alexander, Ketua Bidang Daging Domba-Kambing Potong mengatakan, dalam acara ini dimana dirinya berkewajiban untuk mensosialisasikan hasil dari pertemuan maraton baik dengan importir, peternak, yang tujuan akhirnya adalah stop impor daging proses inilah yang didampingi oleh DPP HPDKI.

“Kami dari DPP HPDKI melihat dari acara ini berkewajiban mensosialisasikan hasil dari pertemuan maraton baik dengan Importir, peternak dimana tujuan akhirnya adalah stop Impor daging domba kambing untuk selamanya,” kata Alex sapaan akrab Martinus Alexander

“Tapi itu kan butuh proses, lah proses inilah yang kita dampingi terus menerus dengan tetap mengedepankan dialog yang konstruktif dan solutif, kami juga sudah mengirimkan beberapa surat dan sebagainya, itu kan ada sejarahnya ya, nanti kalau kita melihat materi, presentasi saya itu, sebenarnya pemerintah dalam hal ini, sempat, kecolongan lah ya, loh kok begitu besar yang di impor, karena biasanya orang Impor itu, kalau ada yang kurang pengadaan dagingnya,” papar Alex.

Dalam hal ini setelah kita data ya kita memang surplus, di lapangan kita juga cek bahwa sebenarnya target dari importasi ini sebenarnya daging premium. “Ternyata di lapangan juga menyasar UMKM dan daging lapak, maka ini yang kita komplain, karena itu yang mengganggu sekali dari penyerapan ternak teman-teman peternak Indonesia,” bebernya.

Sesuai regulasi, tiga poin regulasi, salah satunya kalau di Indonesia ini surplus ya sebenarnya gak perlu Impor daging. Sempat kaget yang diajukan mereka dengan jumlah fantastik yang sudah diajukan oleh mereka (importir-red) jadi pemerintah itu sudah mengeluarkan kurang lebih 35.000 ton ijin impor yang sudah terealisasikan, berarti daging sudah masuk 3.500 ton atau setara 3,5 juta kilogram.

“Itulah yang cukup menggelisakan bagi saya, pengurus dan teman-teman lain terutama yang punya stok-stok hasil produksi tahun lalu yang tidak terserap, itulah yang cukup menggelisahkan,” imbuh Alex.

Lebih lanjut Alexander, sejak tahun 2020 daging lokal tidak terserap dikarenakan pangsa pasarnya sudah dibanjiri atau sudah terserobot oleh daging impor yang harganya membuat harga tidak kompetitif, jauh banget. “Sebenarnya dari 2020 itu tidak banyak impor dagingnya, maka kita tenang-tenang saja, nggak terganggu, tetapi begitu tambah lama impor daging tambah banyak, masuk ke salah satu marketnya kita, teman-teman kita ya akhirnya terganggu,” katanya.

Daya beli memang agak turun, pangsa pasar diserobot sama importir itu, Dirjen menyatakan menghentikan tidak mengeluarkan ijin terbaru, mengevaluasi atau menghentikan atau tidak merealisasikan ijin impor yang sudah ada. Kalau bisa fisiknya tidak didatengin, nah yang sudah ada di gudang mereka masing-masing sisa stoknya berapa ini oleh peternak agar tetap jangan digelontorkan ke pasar. Tetapi agar diserap saja oleh pemerintah entah melalui bulog, atau lainnya, agar supaya tetap tidak ada daging yang mengganggu pangsa pasar kita.

Tujuan akhirnya memang mencabut Peraturan Menteri (permen) tentang ijin impor khusus yang menyangkut daging impor, intinya harus ada keberpihakan di era masa pemerintah Presiden Prabowo Subianto ini terhadap peternak, peternak ini pancasilais jangan sampai diganggu.

“Kita semua selain tidak ada yang mengganggu pangsa pasar kita. Toh kita surplus betul kan ya kita juga harus membantu teman-teman kita terobosan-terobosan pasar, karena melalui data importasi kita juga tahu bahwa ternyata ada market yang belum kita garap selama ini, kita lewat HP3 membentuk kaster-klaster baru itu, improf kualitas HG,  kita bisa mengambil alih pangsa pasar yang sebelumnya sudah diduduki oleh importir tadi kita ambil alih dagingnya, jadi nggak usah beli dari importir lah ya, peternak Indonesia mampu kok produksi kualitas leb,” tukasnya.

Sementara H. Sutrisno peternak asal Pasuruan mengatakan, mewakili peternak-peternak kecil yang ada di ujung-ujung kampung, belakangan ini kondisi yang parah ini kira-kira delapan bulan lalu sampai sekarang jagal disatukan tempat. “Biasanya bisa motong 3 ekor per hari sekarang motong 1 ekor seminggu,” katanya.

Kondisi tersebut karena pasar-pasar tradisional sudah dikuasai oleh daging impor yang seharusnya tidak boleh masuk ke pasar-pasar tradisional.

“Kembalikan kedaulatan pasar kepada peternak, karena itu merupakan warisan leluhur kami, kami tidak pernah meminta bantuan apapun kepada pemerintah, kami tidak pernah menjerit kepada pemerintah, kami adalah orang-orang yang taat hukum, manut, nurut, sederhana, jadi kami mohon stop impor daging,” katanya.

Dari peternak ini surplus produksi, dan satu tahun 114 ribu ton bisa disediakan. “Jangan sampai teman-teman ini menyampaikan aspirasi kambingnya dipotong dia mandi darah bentuk ekspresi kekecewaan yang sudah memunculkan,” tukas Sutrisno. (clis)

No More Posts Available.

No more pages to load.