Ingin Bangun Rumah Murah Pakai Baja Besi, Ini Tipsnya

oleh
oleh
Calvin tampil sebagai pembicara dalam sebuah seminar

SURABAYA, PETISI.CO – Baja besi bisa menjadi alternatif dalam membangun sebuah rumah. Masyarakat tidak perlu takut menggunakan besi untuk membangun rumah beserta perabotnya, karena banyak yang menganggap harga besi mahal.

Padahal, tidak demikian adanya. Besi yang harganya mahal, bisa dijadikan murah. Kok bisa?.

“Ya semua yang mahal bisa jadi murah. Besi bisa diakali dari yang mahal menjadi murah,” kata Direktur PT. Centra Arya Loka, Ir. Calvin Limantoro S.T.M.T saat berbincang santai dengan wartawan di kantornya Senin (12/8/2024).

Puluhan mahasiswa tertarik dengan hasil karya baja besi yang dipamerkan Calvin

Menurutnya, besi bisa digunakan untuk apa saja. Untuk atap rumah, plafon hingga perabotan rumah tangga, seperti meja, rak sepatu dan rak dinding. Calvin pun menunjukkan meja kaca yang dipakai untuk makan dan rapat di kantornya, nampak begitu simpel.

“Coba tebak berapa harga meja ini. Harganya murah Rp 3 juta. Rangka besi Rp 1 juta, kacanya Rp 2 juta. Juga rak sepatu dan rak dinding, nggak mahal harganya,” ungkapnya.

Saking murahnya, pengusaha jasa custom baja besi itu mengaku banyak mendapatkan order dari banyak pihak. Order yang didapatkan nilainya mulai dari jutaan hingga miliaran rupiah. Tergantung dari barang apa yang dipesan.

“Tapi, tidak semua pesanan bisa saya terima. Saya bisa kewalahan nanti. Sebab, terlalu banyak permintaan. Pernah juga saya menghandle pekerjaan di Bali. Jadi, saya memilih lingkup provinsi Jawa Timur. Saya fokuskan di Surabaya saja,” jelas arsitek berusia 27 tahun itu.

Kenapa tertarik bisnis di bidang jasa custom baja besi?. Calvin menceritakan awal tertarik menjadi jasa custom, karena melihat besi ini adalah sebuah seni. Banyak bangunan yang sulit, bisa dikerjakan dengan regency juga. Nah, disini Calvin memakai baja besi.

“Justru material yang kelihatan mahal sedikit, tapi dengan jasa yang murah, tapi itu malah lebih murah. Banyak bangunan yang sulit dikerjakan karena biayanya tinggi, bisa dikerjakan dengan besi,” ujarnya.

Waktu awal menekuni pekerjaan ini, Calvin mengaku sebelum lulus kuliah. Saat itu, dia hanya dapat order Rp 2 juta. “Saya kuliah S1 jurusan teknik sipil sambil kerja di Cilacap malahan. Waktu pandemi Covid-19, saya baru lulus kuliah S1 selama 3,5 tahun di Universitas Petra Surabaya. Lanjut S2 ambil insinyur,” ungkapnya.

Kini, pemakaian baja besi untuk bangun rumah lagi booming. Karena sebelumnya banyak yang tidak mengerti baja besi bisa diaplikasikan di rumahnya. “Kalau pemikirannya baja besi ini mahal, maka bangun rumah ala kadarnya. Saya ingin di Indonesia, rumahnya bagus semua, agar negara kita ini bisa maju,” paparnya.

Ke depan, Calvin memiliki target ingin memperkenalkan bahwa pekerjaan besi ini tidak mahal. Targetnya, bagaimana cara araitek-arsitek bisa membangun rumah dengan harga low cost dengan kualitas tinggi. Sehingga, masyarakat tidak takut memakai jasa arsitek.

“Karena kita bisa mengakali dengan budget sekian bisa bangun rumah seperti apa. Tentu ada suka dukanya menekuni bisnis ini. Misal, sukanya adalah bisa memenuhi permintaan customer bangun rumah dengan budget sekian hasilnya seperti apa. Kalau dukanya, merevisi RAB berkali-kali. Malah saya pernah tandatangan SPK dua kali,” kata Calvin. (bm)