Inilah Rencana Kerjasama Bisnis Konjen RI di Cape Town dengan CEO Nelson Mandela Bay Business Chamber

oleh -496 Dilihat
oleh
Konsul Jenderal RI Tudiono bertemu dengan CEO Nelson Mandela Bay Business Chamber Denise van Huyssteen, pejabat pemerintah kota Port Elizabeth Eastern Cape

CAPE TOWN, PETISI.CO – Guna mendorong kerja sama bisnis secara konkrit antara Indonesia dengan wilayah akreditasi Cape Town, Konsul Jenderal RI Tudiono mengadakan pertemuan dengan CEO  Nelson Mandela Bay Business Chamber Denise van Huyssteen,  pejabat pemerintah kota Port Elizabeth Eastern Cape atau yang sekarang diberi nama Gqeberha dan tim,  Kamis (19/10/2023) di kantor Nelson Mandela Bay Business Chamber Gqeberha.

Nelson Mandela Bay Business Chamber Gqeberha letaknya sekitar 754 km dari Cape Town atau sekitar 8 jam perjalanan darat. Namun karena ada penutupan jalan nasional di beberapa titik karena dampak banjir yang cukup berat mengguyur sejumlah wilayah Eastern dan Western Cape  sebelumnya, perjalanan terpaksa agak memutar dan memakan waktu 12 jam.

Pada pertemuan tersebut Konsul Jenderal didampingi oleh pejabat Fungsi Ekonomi dan Konsul Konsuler KJRI Cape Town. Sementara CEO  Nelson Mandela Bay Business Chamber didampingi oleh antara lain Chief Operations Officer Ashwin Daya, dan pejabat pemerintah kota Acting Director Trade and Investment Economic Development, Tourism and Agriculture Jeremy Dobbin.

Konsul Jenderal RI menyampaikan tahun depan  hubungan diplomatik RI dan Afrika Selatan akan menginjak usia 30 tahun. Kedua negara  telah memiliki hubungan khusus yang disebut Strategic Partnership sejak 2017.

Konsul Jenderal RI Tudiono mengadakan pertemuan dengan CEO Nelson Mandela Bay Business Chamber Denise van Huyssteen, pejabat pemerintah kota Port Elizabeth Eastern Cape

Hubungan khusus ini merefleksikan tekad kuat dan menjadi modal penting kedua negara untuk memperkuat kerjasama di berbagai bidang seperti perdagangan, pendidikan, kesehatan dan kebudayaan.

Tudiono mendorong upaya-upaya konkrit guna mendongkrak hubungan dan kerjasama Indonesia dan Eastern Cape. Dan ini bisa dimulai dari “low hanging fruits” agar siap memberikan hasil nyata dalam waktu dekat.

Sementara itu CEO  Nelson Mandela Bay Business Chamber menyampaikan berbagai keunggulan Eastern Cape yang menawarkan banyak hal menarik bagi investors dan mitra bisnis. Dalam hal ini antara lain energy hijau yang ramah lingkungan, farmasi dan obat-obatan, transformasi dari otomotif berbahan bakar fosil ke ramah lingkungan, perubahan iklim.

CEO Nelson Mandela Bay Business Chamber  nampak antusias  dengan rencana seremonial pelepasan kontainer pertama produk-produk Caplang ke Cape Town pada tanggal 26 Oktober di Jakarta yang akan dihadiri wakil dari KJRI Cape Town.

Selain itu berharap perusahaan sawit Indonesia dapat menjalin kerjasama dengan mitra bisnis Eastern Cape. Mengenai hal ini Konjen RI dan CEO sepakat untuk selenggarakan pertemuan dalam bentuk workshop dalam waktu dekat untuk mengkonkritkan kerjasama dengan mengundang perusahaan sawit Indonesia secara virtual maupun kunjungan langsung.

CEO  Nelson Mandela Bay Business Chamber juga mengharapkan kegiatan Pasar Rakyat Indonesia yang sukses dilaksanakan di KJRI Cape Town dapat diselenggarakan di Port Elizabeth dengan ancer-ancer waktu April 2024.

KJRI Cape Town mencatat bahwa suksesnya penyelenggaraan Pasar Rakyat pada 14 Oktober lalu telah menarik minat beberapa pihak untuk bekerja sama. Dalam hal ini selain pemerintah Port Elizabeth, pemerintah kota Mosel Bay juga telah mengundang KJRI untuk partisipasi di kegiatan serupa di Mosel Bay pada akhir Maret 2024.

CEO  Nelson Mandela Bay Business Chamber juga sangat tertarik melihat Ibu kota baru IKN dengan konsep green city atau forest city yang sangat pas dengan misi mereka mengenai green economy dan penanggulangan perubahan iklim. Yang bersangkutan sangat antusias untuk kerjasama di bidang green economy.

Mengakhiri pertemuan, Konsul Jenderal RI mencatat beberapa rencana kerjasama konkrit yang akan segera ditindaklaniuti diantaranya penyelenggaraan Pasar Rakyat Indonesia di Port Elizabeth pada April 2024, pertemuan workshop pembahasan kerjasama bisnis kelapa sawit di Cape Town, kerjasama industri farmasi, green economy, pembahasan kemungkinan mendirikan Indonesian Trading House untuk promosi dan pemasaran produk-produk Indonesia di Eastern Cape.(cah)

No More Posts Available.

No more pages to load.